|
| Friday, 4 July 2008 |

|
 |
what's wrong with syariah ??
|

|

|
|
| Sungguh menyesakkan dada melihat pelecehan Bung Thamrin A. Tamagola terhadap aturan Allah SWT (syariah Islam) dalam sebuah diskusi di TVone (Kamis malam , 03/07/2008). Diskusi hangat yang mengambil tema "Islam yes , Negara Islam ?" banyak menyoal penerapan syariah Islam oleh negara. Dengan mengambil kasus Perda yang diklaimnya sebagai berbau syariah Bung Thamrin berusaha keras membangun opini sesat . Seolah-olah syariah Islam mengancam wanita , merugikan wanita. Diambillah contoh kasus, wanita dilarang keluar di malam hari , padahal hanya membeli sesuatu. Sebenarnya tidak ada yang disebut dengan perda syariah Islam sekarang ini . Tidak pernah ada aturan di daerah yang disebut perda syariah. Bahwa ada aturan yang diambil dari nilai-nilai Islam itu benar, namun perlu dicatat perda itu diterapkan bukan karena berdasarkan syariah Islam . Perda itu disahkan oleh DPRD. Artinya, perda itu diterima karena mayoritas anggota DPRD mensahkan lewat mekanisme yang demokratis. Tentu saja tidak tepat menolak syariah Islam , hanya dengan kasus perda yang diklaim berbau syariah. Kami ingin sampaikan syariah Islam bukan sekedar kewajiban kerudung, larangan terhadap pelacuran, atau larangan berkholwat. Mereka yang menolak syariah Islam sering kali terjebak pada apa yang disebut logika fallacy of composition, mengambil kasus-kasus yang tidak utuh , bahkan tidak bisa sepenuhnya disebut syariah Islam, untuk membangun citra negative penerapan syariah Islam oleh negara. Sebagai contoh tentang wanita keluar malam. Hukum asalnya sendiri tidak ada larangan wanita untuk keluar malam. Boleh saja dia keluar untuk keperluan tertentu ke warung atau ke tetangganya. Namun kalau keluarnya wanita keluar rumah di malam hari mengancam keamanan dan kehormatannya , negara yang bertanggung jawab kepada rakyatnya justru harus melarang dan mencegahnya. Jangankan wanita, laki-laki keluar malam tapi mengancam nyawanya, sah-sah saja negara yang tidak ingin warganya celaka melakukan larangan. Perlu digaris bawahi larangan muncul karena ada sesuatu yang mengancam nyawa atau kehormatan wanita tersebut, bukan keluar rumahnya. Disisi lain pro sekuler tidak melihat bagaimana menyedihkannya nasib wanita dibawah sistem sekuler. Ekploitasi terhadap wanita terjadi dimana-mana baik secara seksual maupun ekonomi. Seharusnya kita lebih utuh melihat syariah Islam. Berdasarkan syariah Islam , negara wajib menjamin kebutuhan sandang, pangan, dan papan perindividu masyarakat yang menjadi warga negara baik muslim maupun non muslim. Kalau ada rakyatnya tidak makan atau tidak punya rumah , berdasarkan syariah Islam negara wajib memenuhi kebutuhan itu dengan gratis. Dalam pandangan syariah Islam negara wajib menjamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis bagi seluruh warganya baik muslim maupun non muslim. Sekali lagi ,What's wrong with syariah ? Syariah Islam juga mengatur masalah kepemilikan antara lain pemilikan umum (milkiyah 'amah). Dimana kepemilikan umum ini adalah milik rakyat dan tidak boleh individu (swasta) apalagi asing untuk memilikinya. Berdasarkan ini listrik, air, hutan adalah milik umum yang tidak boleh dimiliki individu(swasta). Pemilikan individu atau swasta pada bidang strategis ini akan menyebabkan terganggunya kepentingan umum. Termasuk dalam pemilikan umum adalah barang-barang tambang dalam jumlah yang besar seperti minyak, batu-bara, emas. Dilarang bagi individu atas swasta memilikinya. Tambang itu harus dikelola dengan menejemen yang baik, transparan, profesional oleh negara dan hasilnya diserahkan untuk rakyat. Jelas ini merupakan pemasukan negara yang sangat besar. Negara bisa menggunakannya untuk pendidikan dan kesehatan gratis. Syariah Islam mengatur hal itu. Syariah Islam menjamin keamanan rakyatnya dengan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku pembunuhan yakni hukuman mati. Pemilikan individi yang diperoleh seseorang dengan kerja keras dan halal dijaga oleh Islam, pelaku pencurian akan diberikan sanksi tegas yakni potong tangan. Dengan catatan, dia mencuri lebih dari 1/4 dinar dan mencuri bukan karena lapar. Kalau dia mencuri karena lapar , negara tidak boleh menghukumnya. Negara justru harus memberikan dia makan. So,What's wrong with syariah ? Pelaku korupsi pun diberikan sanksi tegas oleh negara. Bisa sampai hukuman mati. Bukan hanya sanksi , segala hal yang mengantarkan kepada terbukanya peluang untuk korupsi ditutup. Berdasarkan syariah Islam, seseorang tidak boleh memberikan hadiah kepada hakim atau pejabat negara. Suap menyuap dilankat Allah dan dilarang dengan sanksi yang tegas. Umar bin Khoththob saat menjadi Kholifah memerintahkan siapapun pejabat harus dihitung kekayaannya sebelum menjabat. Pada akhir jabatannya, dihitung lagi. Kalau ada yang berlebih dari yang sepantasnya dia terima, harus dipertanggung jawabkan. Negara boleh saja mengambil uang yang tidak jelas itu. Ini adalah syariah Islam . Argumentasi lain yang dibangun untuk menolak syariah Islam dengan mengatakan syariah Islam seakan-akan hanya untuk kelompok tertentu.Tentu saja yang dia maksud adalah Islam. Bung Thamrin mencontohkan UU Migas yang dibatalkan oleh MK, karena tidak memihak kepada rakyat. Padahal UU Migas muncul karena kebijakan negara yang sekuler-kapitalis. Lagi-lagi ini terjadi salah paham terhadap syariah Islam. Bukankah syariah Islam itu rahmatan lil 'alamin ? baik bagi seluruh alam , seluruh manusia, tidak pandang dia muslim atau non muslim. Mungkinkah syariah Islam yang bersumber dari Allah yang memiliki sifat ar rahman (Maha Pengasih) ar rahim (Maha Penyayang) itu akan mencelakakan manusian. Sesungguhnya penerapan syariah Islam adalah untuk kebaikan seluruh warganya baik muslim dan non muslim. Kewajiban negara menjamin sandang, pangan, dan papan indidu rakyat, bukan hanya muslim tapi juga non muslim. Pendidikan dan kesehatan gratis bukan hanya untuk muslim tapi juga non muslim. Bahkan warga non muslim yang dalam syariah disebut Ahlul Dzimmah dijamin keamanannya oleh negara. Sampai-sampai Rosulullah saw mengatakan siapa yang menyakiti ahlul dzimmah , berarti menyakitiku. Bung Thamrin sepertinya sangat kritis terhadap syariah Islam. Tapi agak kurang kritis terhadap sistem sekuler yang diadopsi Indonesia saat ini. Padahal sistem sekuler -yang dibangga-banggakan Bung Thamrin ini- telah menjadi dasar yang kokoh bagi penerapan sistem Kapitalisme. Hal itu terjadi karena agama tidak boleh campur tangan dalam masalah ekonomi, politik, atau pendidikan. Akibatnya negara diatur oleh sistem kapitalisme. Kita lihat sendiri bagaimana hasilnya. Kemiskinan meningkat akibat liberasisasi sektor migas yang berimbas pada kenaikan BBM. Beban masyarakat juga bertambah akibat mahalnya pendidikan dan kesehatan setelah diliberalisasi. Kekayaan alam kita dirampok oleh asing atas nama free market dan investasi asing, sebaliknya rakyat miskin dan busung lapar. Kalau Bung Thamrin menolak syariah Islam hanya karena berasal dari kelompok Islam, bung Thamrin juga seharusnya menolak sistem sekuler-kapitalisme yang juga berasal dari sekelompok masyakat (kelompok sekuler) . Bung Thamrin juga seharusnya melihat ketika agama tidak boleh campur tangan dalam masalah kenegaraan, aturan kapitalisme yang berasal dari segelintir orang (para milik modal) lah yang diterapkan. Terjadilah tirani minoritas atasnama suara mayoritas. Sering kali kelompok sekuler sangat alergi terhadap syariah Islam kalau diterapkan negara. Pertanyaan kritis kenapa anda hanya mempersoalkan kalau syariah diterapkan oleh negara ? Sebaliknya melegalkan sekulerisme,kapitalisme, diterapkan oleh negara ? Cara pandang ini jelas tidak obyektif. Menolak syariah Islam diterapkan negara ,hanya karena berasal dari Islam sungguh tidak obyektif. Sementara ide-ide Kapitalisme yang sebenarnya berasal dari pemikir-pemikir Barat diterima dengan lapang dada tanpa sikap kritis. Bahwa umat Islam membutuhkan negara Islam , sebenarnya bisa dimengerit. Sebab, sistem apapun pastilah membutuhkan negara, sebab negaralah yang memiliki otoritas ,legalitas, dan kekuatan memaksa. Sistem kapitalisme untuk bisa diterapkan jelas butuh negara yang berdasarkan kapitalisme. Untuk bisa menerapkan sosialisme jelas butuh negara yang berasas sosialisme. Logika ini sangat sederhana. Artinya, tidak akan mungkin syariah Islam secara menyeluruh bisa diterapkan tanpa legalitas negara. Penentuan mata uang berdasarkan emas (dinar), tidak bolehnya tambang emas dan minyak dikuasai oleh asing, kewajiban untuk menjamin kebutuhan masyarakat pasti membutuhkan negara. Termasuk memberikan sanksi bagi pezina, penjudi, pencuri, pemerkosa, pembunuh, tentu butuh legalitas negara yang memaksa. Jadi kalau umat Islam membutuhkan negara Islam adalah normal-normal saja. Apalagi kalau rakyat menghendaki, tentu tidak ada alasan untuk menolaknya . Ironisnya, Bung Thamrin menyalahkan agama, dia anggap gagal menyelesaikan persoalan kemiskinan komunitas umatnya umatnya. Kalau agama yang dimaksud bung Thamrin adalah Islam, jelas tuduhan anda salah alamat. Bagaimana mungkin anda menyalahkan Islam, padahal negara saat ini tidak menerapkan syariah Islam. Apalagi, masalah kemiskinan jelas tidak bisa diserahkan kepada komunitas umat beragama . Penyelesaikan persoalan kemiskinan membutuhkan kebijakan politik. Menghentikan kebijakan yang membolehkan asing menguasai tambang emas dan minyak kita jelas butuh kekuatan dan kebijakan politik. Kenaikan BBM adalah kebijakan politik yang bisa dihentikan juga dengan kebijakan politik. Perlu kami tegasnya semua cara pandang seperti Bung Thamrin adalah cara pandang sekuler. Dimana agama hanya diakui dalam masalah indivual, moral, atau ritual. Sebaliknya agama harus dijauhkan dari persoalan politik, ekonomi, dan ketatanegaraan lainnya. Padahal sekulerisme telah menimbulkan bencana yang luar biasa. Seharusnya yang disalahkan adalah sekulerisme yang menjadi asas dari sistem kapitalisme. Inilah yang menjadi pangkal bencana yang menyusahkan masyarakat. Bukan syariah Islam. Jadi kegigihan siapapun menyalahkan syariah Islam dan sebaliknya membela sekulerisme membuat posisinya harus dipertanyakan. Apakah anda berpihak kepada rakyat atau tidak ?
oleh Farid Wadjdi diambil dari http://hizbut-tahrir.or.id |
posted by Arief @ 06:24  |
|
|
|
| Thursday, 24 April 2008 |

|
 |
Standar ganda mensikapi ahmadiyah
|

|

|
|
Kerja konspirasi internasional / new world order semakin menguatkan cengkeramannya di indonesia. Pola / image yang mereka bangun saat ini dalam memperjuangkan eksistensi ahmadiyah hampir mirip dengan kala mereka memperjuangkan eksistensi yahudi pasca PD II. Mengedepankan perasaan, mereka berusaha membangung image di masyarakat bahwa ahmadiyah telah didzalimi, dirampas hak hidupnya, dan sederet lagi alasan alasan berbau HAM yang tidak masuk akal. Sekali lagi standar ganda digunakan. Sekali lagi pula Umat Islam dikecewakan. Ahmadiyah yang sudah jelas - jelas memalsukan ayat - ayat suci Al-Quran. Sudah jelas - jelas pula Umat Islam berteriak untuk membubarkan ahmadiyah. Namun mata dan hati mereka tertutup. Alih - alih memperhatikan pendapat mayoritas kaum muslimin, para pemimpin negeri ini seolah hanya membuka telinga kepada segelintir orang liberal yang tidak ingin kebebasan beragama [baca:kebebasan menginjak agama] mereka tertindas. Sampai kapan lagi... Umat ini terhinakan? Umat Islam harus bersatu-padu berjuang demi Izzatul Islam, karena KEMENANGAN itu bukan hadiah tanpa usaha, melainkan buah dari PERJUANGAN.
Berjuang terus, my brothers and sisters in Islam... ALLAHU AKBAR !!!
Artikel terkait : FUI Imbau Jangan Ada Provokasi Jangan Terprovokasi dengan Watimpres, SKB Ahmadiyah Harus Terbit SKB Pelarangan Ahmadiyah Belum Turun, Masih Digodok |
posted by Arief @ 05:17  |
|
|
|
| Tuesday, 1 April 2008 |

|
 |
Reaksi Seorang Muslim Terhadap film Fitna
|

|

|
|
the case : beberapa waktu yang lalu, seorang anggota parlemen belanda, Geert Wilders membuat film anti-Islam dan melecehkan Alquran yang berjudul fitna. Film ini menimbulkan reaksi keras kaum muslimin diseluruh dunia. Lantas apakah kasus ini bisa dilabeli dengan kata "ISLAMOPHOBIA" atau akan lebih cocok jika dilabeli dengan kata "INSULTING" ? Saya rasa, pembuatan dan penayangan film FITNA ini adalah INSULTING, karena sudah terlalu offensive dan mencederai perasaan kaum muslimin.
What Would we -moslem- Do? Ngomong - ngomong mengenai jatidiri manusia, salah satu naluri yang dibawa manusia sejak lahir adalah naluri mempertahankan diri [gharizah al-baqa]. Mau orang itu kulit putih, hitam, merah, ato coklat sekalipun, kalo ditonjok kepalanya ya bakal balas nonjok. Mau orang itu matanya coklat, biru, ijo ato hitam, kalo ibunya dihina habis habisan, ya bakal marah.
Begitu pula dengan kaum muslimin. Jika agama nya diinjak, Al-Qur'annya dirobek-robek dan diludahi, dan Rasulnya disamakan dengan binatang, sudah secara naluri kaum muslimin itu berontak marah. Karena apa? Karena agama yang diyakininya dihina, karena kitab suci nya dinodai, dan manusia yang dicintai lebih dari apapun di dunia ini dihina.
Ini bukan waktunya maaf - memaafkan. Bukan pula waktunya rekonsiliasi damai dengan para penghina Islam. Maka sudah seharusnyalah seorang muslim MARAH atas sebuah penghinaan.
What would you do ?? Memaafkan begitu saja? Maka mereka - para penghina Islam - akan tertawa terbahak bahak. "Tuh liat, orang islam !! Bodoh banget nah, agamanya dihina gak marah. Kitab sucinya di nodai, gak bereaksi. Rasulnya disamakan dengan binatang, tenang tenang aja. Malah kita dimaapin. Hahahah. Dasar orang islam gak punya pendirian !!!"
Marah, kalo bisa membungkam mulut kotor mereka selama lamanya dengan mememisahkan leher dan badan para penghina islam? Maka mereka - para penghina Islam - akan mencibir islam. "Tuh liat, orang islam !! Kejem banget kan? Sok suci bisa menghakimi orang, sok suci bisa menentukan seseorang gak pantas hidup hanya karena mengucapkan beberapa kalimat saja. Ini kan jaman kebebasan? semua orang layak untuk mengemukakan pendapatnya. Jauhi islam deh !! Orangnya kejem, suka bunuh orang !!"
Diam saja, gak bereaksi? Maka mereka - para penghina Islam - akan bingung. "Huhm? Orang islam mana ya? Perasaan gw udah publish hinaan gw di youtube, liveleak, metacafe dll, koq gak ada reaksi? Apa udah gak ada ya orang islam di dunia ini? "
Lalu, apa sebaiknya yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim??
Mudah saja. Simply, dont give a damn to what they said about our reactions. Kalo kita berpikir apa yang akan mereka pikirkan ketika kita melakukan sesuatu, maka jadilah kita seorang follower, seorang yang terjajah, yang bertindak sesuai dengan apa yang dikatakan seseorang kepada kita, tanpa melihat kata2 orang tersebut benar atau salah. In this case, dengan action penghinaan yang telah mereka lakukan, mereka udah ada label "SALAH" di kening mereka, dan tidak seharusnyalah kita kaum muslimin menuruti apa kata mereka.
Kita kembalikan kepada islam, apa yang seharusnya seorang muslimin lakukan ketika agamanya dilecehkan.
Dari Ibn 'Abbas radhiyallah 'anhu berkata: "Ada seorang lelaki buta, yang mempunyai budak Ummu Walad. Wanita tersebut selalu mencaci Nabi saw. Dia pun melarangnya, namun wanita itu tidak berhenti. Dia juga mencegahnya, namun wanita itu tetap tidak bergeming. Pada suatu malam, wanita itu menghina Nabi saw., maka lelaki tadi mengambil kapak, dan mengayunkan ke perut wanita itu hingga robek, hingga wanita itu terbunuh. Tatkala tiba waktu pagi, dia mengemukakan kasus tersebut kepada Nabi, beliau pun mengumpulkan orang-orang seraya bersabda, "Allah telah memuji seorang lelaki yang tidak melakukan selain apa yang menjadi hakku kepadanya." Orang buta itu pun berdiri, membelah kerumunan orang, sembari merayap dia berjalan hingga duduk di depan Nabi. Dia berkata, "Wahai Rasulullah, akulah orangnya. Dia telah menghinamu, dan aku pun telah melarangnya, tetapi dia tidak menghiraukan. Aku mencegahnya, dia pun tidak bergeming. Dari wanita itu, aku dikarunia dua anak lelaki seperti permata, dia pun sangat menyayangiku. Namun, tadi malam ketika dia mulai menghinamu, aku pun mengambil kapak dan kuayunkan ke perutnya hingga robek…"
Maka sudah sepantasnya darah mereka -para penghina Islam, Al-Quran dan Rasulullah pbuh- ditumpahkan dan mulut mereka dibungkam. Karena halal darah mereka untuk ditumpahkan. Hendaknya kaum Muslim saling bahu-membahu untuk membela kesucian Islam, Al-Quran dan Rasulullah saw. Gairah untuk membela Islam, Al-Quran dan Rasulullah saw. juga tidak hanya sebatas marah, tetapi hendaknya kaum Muslim berpegang teguh pada syariah Islam dan sunah rasul, dan membela risalah yang dibawa oleh Rasullullah saw.
Freedom of speech Akar dari kasus ini adalah bukan karena apa yang mereka bilang islamophobia, melainkan karena mereka benci Islam, dan ingin menghina Islam. Yang mereka anut selama ini adalah paham kebebasan. Salah satu diantara kebebasan tersebut adalah Freedom of speech. Mereka menganggap manusia bebas sebebas bebasnya untuk melakukan apapun, termasuk penghinaan. Maka, pengembangan dari freedom of speech adalah freedom to insult, freedom to speak badwords, dan freedom freedom yang lainnya.
Sudah jelas, asas freedom - freedom ini sangat labil, sangat tidak berdasar pada suatu aturan yang jelas. Dengan freedom - freedom ini, manusia adalah binatang. Bebas sebebas bebasnya melakukan aktifitas. Maka layakkah asas Freedom of Speech ini kita pakai? Padahal, jelas sekali, kita manusia, makhluk yang beradab, bukan seekor binatang. |
posted by Arief @ 10:49  |
|
|
|
| Sunday, 30 March 2008 |

|
 |
Ismail Yusanto : Film Fitna Serangan Terhadap Islam
|

|

|
|
Film Fitna besutan Geert Wildert Pemimpin Freedom Party Belanda meskipun sebelumnya dikecam banyak pihak tetap dirilis di sebuah situs internet. Film ini berisi penghinaan terhadap Islam, . Wilder menggambarkan Al Qur'an adalah buku fasistis yang menyebarkan kebencian dan kekerasan. Berkaitan dengan ini, redaksi mewancarai juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto. Film Fitna yang memfitnah Islam akhirnya tetap dirilis di Belanda dan ini bukan pertama kalinya Islam dihina, ada apa dibalik ini semua, kenapa penghinaan ini terus berlangsung , apa motifnya ? Film Fitna jelas merupakan fitnah terhadap Islam dan penghinaan yang terang-terang terhadap Al Qur'an. Film Fitna menunjukkan kebencian yang amat dalam pada diri mereka. Mereka juga tidak perduli terhadap umat Islam. Gelombang protes dan kecaman dari umat Islam sama sekali tidak dipedulikan. Namun sekaligus hal ini menunjukkan kelemahan umat Islam yang tidak mampu melindungi kemuliaan Al Qur'an dan Rosulullah SAW Selama ini Barat selalu mendorong dialog antar peradaban dan saling menghargai antar peradaban, tetap pemerintah Barat tetap membiarkan penghinaan ini bagaimana pandangan Ustadz ? Bagi kita apa yang terjadi sekarang jelas menunjukkan seruan-seruan dialog antar peradaban itu dusta belaka. Slogan saling menghargai, mutual respect yang sering mereka dengung-dengungkan adalah kebohongan. Di satu sisi mereka bicara harus saling menghargai, di sisi lain penghinaan terhadap Islam dibiarkan. Mereka menyerukan hidup berdampingan antara peradaban dengan damai , di sisi lain pembunuhan terhadap umat Islam di Irak, Afghanistan, Palestina, mereka lakukan dan dibiarkan. Yang terjadi sekarang bukanlah dialog antar peradaban, tapi perang peradaban. Dan yang memulai adalah mereka dengan menjadikan umat Islam menjadi sasarannya. Tapi, pemerintah Belanda menyatakan, film Fitna bukan pandangan resmi pemerintah Belanda, pemerintah Belanda atas nama kebebasan berpendapat tidak bisa berbuat apa-apa ? Lagi-lagi ini kedustaan. Kalau mau pemerintah Belanda sebenarnya bisa melarang. Kepada wartawan Belanda saya pernah tanyakan, bagaimana bila ratu mereka dihina, apakah dibolehkan ? Dijawab, pasti dilarang. Nah, menghina Islam dan Al Qur'an kenapa tidak dilarang ? Di sebagian besar negara Eropa sekarang, siapapun yang meragukan Hollocoust terhadap bangsa Yahudi benar-benar terjadi dan mengkritiknya akan diajukan ke Pengadilan sebagai tindakan kriminal. Berarti mereka tahu kebebasan tetap saja ada batasnya. Artinya kalau mau , sebenarnya pemerintah Belanda bisa mencegahnya. Tapi pemerintah Belanda mengatakan tidak mendukung Wilders ? Bila mereka tidak sungguh-sungguh menghentikan ini, berarti pemerintah Belanda mendukung Wilders. Dengan kata lain, film Fitna tidak hanya mencerminkan pendapat pribadi juga negara. Bagaimana seharusnya sikap umat Islam dalam hal ini ? Umat Islam harus bersuara keras untu menentang ini semua. Tidak boleh diam. Karena ini merupakan penghinaan. Kalau Ratu mereka dihina, mereka marah, adalah sangat wajar dan harus, ketika Al Qur'an dan Rosulullah dihina kita juga marah. Bagaimana dengan sikap penguasa negeri-negeri Islam ? Sangat menyedihkan, sangat lemah. Bahkan nyaris tidak bersuara. Kalau pun ada paling hanya mengecam. Seharusnya pemerintah melakukan tindakan kongkrit. Namun semua ini disebabkan karena penguasa negeri Islam sebagian besar memang tunduk kepada Barat bahkan ada yang menjadi kaki tangan Barat. Di sinilah relevansi umat Islam untuk sungguh-sungguh memperjuangkan Khilafah Islamiyah. Sebab, hanya pemerintahan Khilafah yang akan melindungi umat Islam dan ajaran Islam ini dari penghinaan keji mereka. Kalau umat Islam cinta kepada Al Qu'ran, cinta kepada Rosulullah SAW mereka harus memperjuangkan Khilafah Islamiyah.
|
posted by Arief @ 10:39  |
|
|
|
| Thursday, 20 March 2008 |

|
 |
Kaum Muslim Harus Bersatu, Lawan Penindasan Asing
|

|

|
|
March 18th, 2008 Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan penindasan terhadap negara dunia ketiga yang didiami oleh sebagian besar umat muslim oleh negara maju sudah bukan zamannya, karena itu perlu ada perubahan pemikiran untuk menghapuskan hegemoni yang tidak menguntungkan itu. "Siapapun harus mempunyai pemikiran untuk merubahnya, kehendak Allah tanpa usaha tidak akan terjadi, karena itu saya mencoba menuangkan dalam sebuah tulisan, " katanya dalam Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan bertajuk "Siti Fadilah melawan: Saatnya Indonesia Berubah", di Auditorium YTKI, Jakarta, Senin(17/3). Dalam buku yang ditulisnya, Menkes mengaku, tidak menuding siapapun, namun dirinya berusaha melakukan pembenaran terhadap mekanisme yang selama ini berjalan di badan kesehatan dunia WHO secara adil, di mana negara yang mempunyai virus itu berada dalam posisi yang sejajar dengan negara maju yang melakukan penelitian "Saya hanya berbicara sesuai commonsense muslim ataupun negara miskin yang biasa menjadi korban, di mana negara berkembang yang terkena virus itu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Bukan saja menjadi korban, tempat untuk mencari keuntungan, itulah yang saya perjuangkan, " tegasnya. Menkes mengatakan, upaya negara maju untuk menguasai negara berkembang seperti Indonesia dilakukan dengan cara membuat sistem yang terpecah-pecah dan saat ini sudah mulai merasuk ke dalam negeri. Siti Fadilah mencontohkan, pada era otonomi daerah ini sangat mudah pengaruh asing masuk ke daerah, karena pada umumnya para pemimpin mereka tidak mempunyai mental yang kuat untuk mencegahnya. "Mental kita digempur habis-habisan yang dipikirkan hanya perut, membuat standar ganda, bernegosiasi dengan dalih efisiensi, bantuan, teknik assistance-lah, "cetusnya. Ia mengaku, tidak pernah tergiur dengan iming-iming bantuan yang diberikan oleh pihak asing, sebab itu justru akan membuat dirinya tersinggung, ketika perwakilan asing itu mencoba mengungkit-ungkit apa yang sudah diberikannya. "Saya adalah satu-satunya Menteri yang tidak mau menguntang, technical assistance saja saya tidak mau. Kadang-kadang dipaksa, saya bisa menjawab, loh yang paling tahu negara saya, ya saya, kok kamu mau bantu saya, tahu apa kamu, "tuturnya disambut gema takbir oleh peserta diskusi yang memadati auditorium YTKI. Dalam kesempatan itu, Menkes meminta agar kaum muslim dapat bersatu untuk mencegah berbagai macam pengaruh asing yang datang, sebab apabila kaum muslim terpecah-belah pihak asing senang karena menjadi sasaran untuk melancarkan pengaruhnya.(novel) Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/nas |
posted by Arief @ 07:19  |
|
|
|
| Sunday, 10 February 2008 |
|
|
Duhai Kaum Muslim…… TENANGLAH, SEKALIPUN TAK ADA PENGUASA YANG MEMBELA KALIAN TAPI ADA ALLAH DAN SEGOLONGAN UMAT YANG AKAN MEMBANTU KALIAN, ALLAH MAHA MELIHAT LAGI MAHA MENGETAHUI APA YANG TERJADI, DAN APA YANG TERJADI INI HANYA SESAAT SAJA BILA DITIMBANG DENGAN API NERAKA YANG HARUS KITA RASAKAN UNTUK SELAMA-LAMANYA DI AKHIRAT DENGAN DI SAKSIKAN OLEH PARA SAHABAT, RASULULLAH, JUGA ALLAH (BETAPA MALUNYA KITA PADA-NYA) KETIKA KITA TIDAK MENOLONG AGAMA-NYA TENANGLAH WAHAI KAUM MUSLIM…. SELAMA DARAH MASIH MENGALIR DALAM TUBUH DAN KEIMANAN KEPADA SANG KHALIQ TERUS TERTANAM PARA PENGGANTI SAHABAT RASULULLAH AKAN MEMPERJUANGKAN KALIAN DAN AGAMA-NYA
WAHAI KAUM MUSLIM…. JANGAN PERNAH MENETESKAN AIRMATA DI HADAPAN KAUM KUFFAR JANGAN PERNAH MEMBIARKAN MEREKA MELIHAT KALIAN MERINTIH KARENA HAL ITU AKAN MEMBUAT MEREKA TERTAWA TERBAHAK-BAHAK. INGAT!!!! KALIAN ADALAH ASET SURGA KERINGAT KALIAN SEDIKITPUN TIDAK AKAN DISIA-SIAKAN OLEH-NYA. Allahu Akbar!!!!!!!!!
by Aulia, taken from here |
posted by Arief @ 05:53  |
|
|
|
| Saturday, 12 January 2008 |
|
|
Ayah..! Kata mereka kau penjahat... Padahal sebenarnya engkau bukan penjahat... Ayah..! Mengapa mereka jauhkan aku darimu Mereka menangkapmu tanpa memberimu kesempatan Untuk menciumku meskipun hanya sekali Atau mengusap airmata ibu
Ibu..! Aku melihat airmata dikelopak matamu setiap pagi Apakah Palestina tidak cukup diberi pengorbanan ?? Setiap hari aku bertanya pada matahari Ibu..! Apakah ayah akan kembali pada suatu hari ?? Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari qiamat ?? Atau dia akan mengusap airmata ibu yang terus menetes setiap hari ?? Wahai Ayah...! Dimanakah engkau ?? Ooh... Bayi - bayi yang dijajah ... Kini telah datang hari raya baru setelah hari raya tahun lalu Dan bayi baru pun terlahir setelah bayi yang itu... Dan para syuhada berguguran setelah gugurnya syahid yang lalu... Sedang Ayah masih disembunyikan dibalik jeruji besi... Dalam sel yang mengerikan yang tidak layak dihuni manusia... Mana hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara besi itu ??
Malulah kalian... Malulah kalian...
** translate dari suara anak palestina yang dipakai untuk intro lagu Doa, Batu, dan Air Mata - Thufail Al-Ghifari , http://thufailalghifari.multiply.com/video/item/14/Doa_Batu_dan_Air_Mata.flv |
posted by Arief @ 10:50  |
|
|
|
| Monday, 7 January 2008 |

|
 |
Karnaval Sambut Muharam 1429 H
|

|

|
|
Menyambut tahun baru 1429 hijriah, hizbut tahrir indonesia dpd II malang raya mengadakan karnaval muharam 1429 H. Karnaval ini diikuti oleh sekitar 600 orang kaum muslimin malang raya. Peserta karnaval menampilkan aksi simpatik dengan membawa sepeda hias. Tak kalah seru, karnaval ini diikuti siswa - siswi TPQ dan TK.
Dimulai pada pukul 09:00, karnaval mengambil start di jl. Pahlawan Trip, peserta dengan sangat antusias menyanyikan lagu lagu islam, dan meneriakkan Allahu Akbar. Cuaca kota malang pun bersahabat menyambut karnaval ini. Melewati Jl. Besar Ijen, diteruskan ke Jl. Kawi. Memasuki Jl. Arjuna, matahari sudah agak tinggi, membuat para peserta terlihat meneteskan keringat, namun tidak melemahkan semangat peserta, bahkan pekik takbir terdengar semakin membahana di langit kota malang.
Mendekati akhir rute karnaval, peserta dengan tertib berjalan di tengah jalan protokol Basuki Rahmad. Sesampainya di depan Masjid Jami' Kota Malang, peserta disuguhi aksi keliling alun - alun beberapa pemuda yang membawa panji Islam, Ar-Roya dan Al-Liwa'. Sebelum karnaval diakhiri, juru bicara hizbut tahrir indonesia dpd II malang raya memberikan orasi bertema ajakan kepada kaum muslimin khususnya malang raya agar bersegera untuk berhijrah dari sistem kufur kepada sistem islam.
|
posted by Arief @ 16:21  |
|
|
|
| Thursday, 13 December 2007 |
|
|
diambil secara parsial dari http://www.khilafah1924.org/
------ "Khilafah tidak ada dalilnya (nash) dalam al-Qur`an dan As-Sunnah. Khilafah hanya ijtihad para sahabat dan ulama ," demikian antara lain kesimpulan kajian fiqih (bahtsul masa`il) sebuah ormas Islam besar di Indonesia. Pembahasan itu dilaksanakan di sebuah pesantren di Probolinggo, Jawa Timur, pada awal Nopember 2007 yang baru lalu.
Pendapat ormas Islam yang sering mengaku-ngaku sebagai pengikut Ahlus Sunnah wal Jamaah itu tentu perlu diberi catatan sekedarnya sebagai berikut :
Pertama, patut disyukuri bahwa ormas itu masih menggunakan standar al-Qur`an dan As-Sunnah. Terlepas dari klaim takabbur mereka bahwa Khilafah tidak ada dalilnya dalam al-Qur`an dan As-Sunnah. Hanya saja, kita minta dengan segala hormat, ormas Islam tersebut hendaknya konsisten! Konsisten dengan standar al-Qur`an dan As-Sunnah, bukan standar yang lainnya, apalagi standar dari penjajah (terutama Amerika Serikat) yang suka menggunakan standar ganda. Kita bertanya terus terang, kalau toh dikatakan Khilafah tidak ada dalilnya dalam al-Qur`an dan As-Sunnah, lalu apakah sistem demokrasi sekular saat ini ada dalilnya dalam al-Qur`an dan As-Sunnah? Juga apakah ada dalil dalam al-Qur`an dan As-Sunnah, yang membolehkan kita menggunakan sistem sekular warisan kaum penjajah yang kafir itu? Kalau konsisten, ormas itu tentu akan mengatakan sistem demokrasi tidak punya dalil dari al-Qur`an dan As-Sunnah.
Kedua, yang perlu digugat dengan serius adalah, benarkah Khilafah memang tidak ada dalilnya dalam al-Qur`an dan As-Sunnah? Apakah para mujtahid mutlak yang mewajibkan Khilafah --seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad, yang merupakan panutan Ahlus Sunnah wal Jamaah-- sedemikian bodohnya sehingga tidak becus menemukan satu pun ayat Al-Qur`an atau satu pun hadits sebagai landasan wajibnya Khilafah? Padahal, dalam kitab Shahih Bukhari saja, ada bab berjudul Kitabul Ahkam yang menjelaskan persoalan Khilafah. Dalam Shahih Muslim pun ada bab serupa berjudul Kitabul Imarah . Apakah semua dalil tentang Khilafah itu dianggap tidak ada? Apakah semua dalil hadits Nabi SAW itu hanya dianggap bualan dan omong kosong belaka sehingga pantas dibuang secara hina ke dalam tong sampah karena dianggap bertentangan dengan sistem sekular yang ada? ---- |
posted by Arief @ 20:49  |
|
|
|
| Wednesday, 5 December 2007 |
|
|
 Allahou akbar Allahou akbar Allahou akbar…e l'inizio dell'alba del Khilafa..e l'inizio della fine dei tiranni.. e l'inizio del ritorno all'origini…siamo una sola Ummah !!! e oggi piu che mai il sangue del nostro fratello.. grida a tutti noi vendetta che sara Inciallah servita presto al tiranno.
Allahou akbar Allahou akbar Allahou akbar…and the beginning of the dawn of the Caliphate.... and the beginning of the end of the tyrants. and the beginning of the return to the origins... we are one single Ummah!!! And today more than ever the blood of our brother .. Shouts to all of us that vendetta will Inshaallah served early in the tyrant.
*greet to masnadhiv
|
posted by Arief @ 14:47  |
|
|
|
|
|
|
Hari ini, dunia telah membiayai perang melawan islam. Perang fisik, perang ideologi, perang ekonomi, dan jalan apapun yang dimungkinkan untuk melemahkan kaum muslimin. Siapakah yang akan berdiri untuk mempertahankan agama ini dan membawa panji La ilaha Illa Allah ?
Adakah kalian tergerak untuk berpikir nasib kaum muslimin ? Sudah cukupkah kehidupan yang damai, tanpa peluru di pagi hari dan jenasah kerabat di sore hari ? Malulah kalian wahai kaum muslimin yang tidak pernah berfikir nasib saudara kalian di kosovo, palestine, pakistan, iraq, somali, dan belahan bumi yang lain.
Sungguh, umat ini butuh perubahan, saudaraku. Sistem kufur saat ini telah membunuh satu persatu saudara kita. Sistem kufur saat ini telah mencuci otak anak anak kita, generasi muda islam, agar berteriak yang haq adalah bathil dan yang bathil adalah haq.
Umat butuh sebuah kepemimpinan tunggal yang mampu mengurusi semua kepentingan umat. Bukan raja yang bijak dalam kerajaan, bukan presiden jenius dalam republik, bukan pula kaisar dalam imperium. Pemimpin itu adalah Khalifah dalam Khilafah. Dia adalah manusia biasa namun tegas dalam menegakkan aturan - aturan Islam. InsyaAllah, masa itu akan segera datang, saudaraku. Tapi tentu saja, masa itu tidak akan datang dari langit, akan tetapi datang dengan perjuangan kaum muslimin yang setiap hari bekerja dengan tanpa mengenal lelah untuk mengembalikan kehidupan islam.
Jadilah orang - orang yang beruntung, saudaraku. Jadilah orang - orang yang membela islam dengan bertransaksi dengan Allah, mengabdi untuk Islam dan menukarkan hidup di dunia dengan jannah di akhirat.
Allahu Akbar !! |
posted by Arief @ 14:18  |
|
|
|
| Monday, 3 December 2007 |
|
|
Presiden mahmoud abbas mengatakan konferensi perdamaian timur tengah yang diadakan di annapolis, us, telah mencapai tujuannya, yaitu merevitalisasi negoisasi yang telah terjadi selama bertahun tahun. Solusi yang akan dinegoisasikan oleh kedua belah pihak (pemerintah palestina dan pemerintah israel), adalah solusi dua negara dalam satu tanah.
Sudah, sudah kelihatan dimana mahmoud abbas berpijak saat ini. Dia tidak pernah berpijak kepada kepentingan kaum muslimin, pemilik sah tanah Al-Quds. Bahkan setelah diadakannya "peace conference" annapolis, yang sesuai dengan judulnya, "peace", seharusnya ada sedikit kedamaian di tanah Al-Quds. Namun apa yang terjadi justru sebaliknya, 6 warga palestina (1 sipil 5 anggota HAMAS) tewas, dalam operasi militer - yang biasa dilakukan pasukan israel - di jalur gaza.
Mana loyalitas mu kepada saudaramu kaum muslimin, abbas ?? Ataukah kamu sudah mengambil pemerintah israel dan amerika sebagai saudaramu, yang kau jabat tangannya dengan menyunggingkan senyum di wajahmu, dan kau putus tali persaudaraanmu dengan kaum muslimin ?? Atau kah memang sudah terbukti, dengan kau bunuh 1 orang dan kau lukai beberapa lainnya saudara kami aktivis hizbut tahrir palestina yang menyuarakan islam dengan damai di Al-Khalil ??
Cukup sudah, abbas, cukup !! Di dahimu sekarang ada tulisan PENGKHIANAT !! Dan sebentar lagi, sungguh sebentar lagi abbas, tulisan itu akan menjadi PENGKHIANAT YANG TELAH MATI , karena sesungguhnya semua yang hidup akan mati !!
Ya Allah, berikanlah kekuatan untuk saudara2 kami, para aktivis islam di palestine, yang menyuarakan islam dengan damai, dan yang bertempur melawan israel di gaza. Jadikanlah mereka menjemput ajal mereka dalam keadaan syahid !! Amiin,...
ALLAHU AKBAR !!!
links : video_at_khilafah_dot_com news1_at_voa_dot_com news2_at_voa_dot_com
|
posted by Arief @ 07:09  |
|
|
|
| Thursday, 11 October 2007 |
|
|
Kami beritahukan bahwa karena sesuatu hal terhitung sejak Kamis, 11 Oktober 2007 blog khilafah-fighters.blogspot.com ditutup untuk sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Untuk itu tidak akan dilakukan update lagi untuk seluruh konten situs dalam bentuk apa pun.Segala bentuk pertanyaan, konsultasi, dan informasi selanjutnya dapat langsung dilakukan via e-mail kepada pengelola situs, dengan alamat e-mail : ariefsyu@gmail.com ; atau via SMS/call ke nomor HP : 081-555-775-300.Demikian harap maklum.Malang, 8 Oktober 2007 |
posted by Arief @ 22:57  |
|
|
|
|

|
 |
ramadhan old crescent seen on iran
|

|

|
|

Sambil nungu hasil rukyat global, saya buka2 situs bertema crescent observation. Dari http://www.icoproject.org, saya mendapatkan info, tentang terlihatnya bulan akhir ramadhan (ramadhan old crescent). Berikut Infonya : Old Moon Crescent Date: Wednesday October 10, 2007 (Mehr 18, 1386) Location: Marnan bridge, Esfahan, Iran (32d 38' 29" N 51d 38' 37" E) Elevation: 1573 meters from sea level Time Zone: +3.5 (Moon Calculator ver 6.0, by Dr. Monzur Ahmed, Topo, Refrac OFF) Crescent first observation through 7x42 binoculars: Time: 05:23 LT (01:53 GMT, 8:53 WIB) Moon Alt: 1d 41m 21s Sun Alt: - (9d 16m 09s) Crescent first observation through naked eyes: Time: 05:35 LT (02:05 GMT, 9:05 WIB) Moon Alt: 4d 06m 21s Sun Alt: - (6d 44m 47s) Crescent last observation through 7x42 binoculars: Time: 06:00 LT (02:30 GMT, 9:30 WIB) Moon Alt: 9d 06m 42s Sun Alt: - (1d 30m 24s) Rel Azi: 4d 32m 36s Elongation: 11d 32m 35s Moon Phase: 1.17% Width: 0.30m Moon Age: - 26.51 h Observer & photographer: Alireza Mehrani
InsyaAllah, -menurut saya, dengan tingkat kebenaran level orang awam- bulan baru (syawal new crescent) akan terlihat malam ini, 11 Oktober 2007. Sehingga InsyaAllah, - lagi lagi, menurut saya- 1 syawal akan bertepatan dengan 12 oktober 2007.
Wallahu a'lam bi ash-shawab |
posted by Arief @ 07:27  |
|
|
|
| Wednesday, 10 October 2007 |

|
 |
Penentuan Awal-Akhir Ramadhan
|

|

|
|
Ada yang menyatakan, bahwa menentukan awal-akhir Ramadhan tidak harus dengan rukyat, tetapi bisa dengan hisab (perhitungan astronomi), sebagaimana yang digunakan dalam menentukan waktu shalat. Apakah memang boleh demikian? Jika tidak, mengapa? Bukankah, hisab boleh digunakan dalam menentukan waktu shalat, berarti seharusnya boleh juga digunakan untuk menentukan awal-akhir Ramadhan? Untuk menjelaskan boleh dan tidaknya hal di atas, kami akan jelaskan beberapa ketentuan sebagai berikut: 1- Allah SWT meminta kita agar beribadah sebagaimana yang Dia perintahkan. Jika kita beribadah kepada-Nya bukan dengan cara yang Dia perintahkan, maka kita telah melakukan kesalahan, bahkan apa yang kita lakukan itu kita anggap baik dan benar sekalipun. 2- Allah SWT memerintahkan kita berpuasa dan berhariraya karena melihat hilal (rukyat al-hilal). Dia juga telah menjadikan rukyat sebagai sebab berpuasa dan berhari raya: «صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ» "Berpuasalah kalian karena melihat bulan, dan berhari rayalah kalian karena melihatnya." (HR. Muslim) Jika kita telah melihat hilal Ramadhan, maka kita berpuasa, dan jika kita melihat hilal Syawal, maka kita pun berhari raya. 3- Jika kita tidak melihat hilal Syawal, misalnya, karena mendung benar-benar telah menyelimutinya, sekalipun hilal tersebut nyata-nyata ada, tetapi kita tidak bisa melihatnya, karena ada penghalang (mendung) yang menghalanginya, maka kenyataannya kita tidak akan berpuasa dan berhari raya karena alasan awal bulan. Sebab, haditsnya dengan tegas menyatakan: «فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا عِدَّةَ شَعْبَانَ» "Jika mendung telah menghalangi kalian, maka sempurnakanlah (genapkanlah) hitungan Sya'ban." (HR. Muslim) 4- Allah SWT tidak membebani kita untuk beribadah kepada-Nya dengan cara yang tidak Dia perintahkan. Misalnya, kalau seandainya hisab (perhitungan astronomi) menyatakan, bahwa besok secara pasti adalah bulan Ramadhan —dimana pada zaman sekarang perhitungan astronomi bisa menetapkan posisi bulan sejak bulan tersebut lahir hingga bulan purnama, kemudian menyusut, serta menghitungnya dari waktu ke waktu— tetapi faktanya kita memang benar-benar tidak bisa melihat hilal tersebut, karena mendung misalnya, maka status orang yang berpuasa —karena perhitungan tersebut— adalah dosa, meski dengan alasan bahwa Ramadhan memang benar-benar telah masuk. Dia tetap dianggap berdosa, karena hilal belum bisa dilihat, tetapi dia tetap berpuasa, padahal seharusnya dia menyempurnakan Sya'ban menjadi 30 hari. Setelah itu, baru berpuasa. Jadi, orang yang berpuasa Ramadhan dalam kondisi seperti ini pada dasarnya berdosa, karena dia telah melakukan pelanggaran. Sementara itu orang yang menyempurnakan hitungan Sya'ban juga belum berpuasa, meski hilal tadi nyata-nyata ada, tetapi tertutup awan, maka orang seperti ini tetap mendapatkan pahala karena mengikuti hadits Nabi di atas. 5- Dari sini tampak dengan jelas, bahwa kita tidak berpuasa dan berhari raya karena faktor bulannya, tetapi karena melihat hilal. Jika kita telah melihatnya, maka kita wajib berpuasa. Jika belum melihatnya, maka kita pun tidak boleh berpuasa, sekalipun bulan tersebut —menurut perhitungan astronomi— benar-benar telah masuk. 6- Jika ada sejumlah saksi, dan mereka telah memberikan kesaksian terhadap rukyat, maka mereka pun harus diperlakukan sama dengan kasus kesaksian yang lain. Jika saksinya Muslim dan tidak Fasik, maka kesaksiannya bisa diterima. Jika saksi tersebut tampaknya bulan Muslim, dan tidak adil, atau Fasik, maka kesaksiannya tidak boleh diterima. 7- Penetapan kefasikan saksi juga harus dilakukan melalui pembuktian syar'i, bukan berdasarkan perhitungan astronomi. Dengan kata lain, perhitungan tersebut tidak bisa digunakan untuk membangun hujah (argumentasi). Misalnya, Anda mengatakan, "Beberapa jam lalu, telah terjadi lahirnya anak bulan, sehingga sekarang tidak bisa dilihat…" Memang ada perbedaan pendapat di kalangan ahli astronomi tentang tenggat waktu setelah lahirnya anak bulan yang memungkinkan dilakukannya rukyat. Jadi, kesaksian yang menjadi saksi perhitungan astronomi tersebut tidak boleh dijadikan hujah, tetapi perhitungannya bisa dibahas, dan dinyatakan benar setelah melihat hilal. Dia juga boleh ditanya, di mana hilal tersebut muncul, sementara yang lain menyaksikannya secara langsung. Begitu seterusnya. Setelah itu, kesaksian rukyat tersebut diterima atau ditolak berdasarkan prinsip ini. 8- Siapa saja yang menelaah nas-nas yang menyatakan hukum puasa, pasti akan menemukan adanya perbedaan antara nas-nas yang menyatakan hukum shalat. Puasa dan hari raya telah dihubungkan dengan rukyat: «صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ» "Berpuasalah kalian karena melihat bulan, dan berhari rayalah kalian karena melihatnya." (HR. Muslim) « فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ» "Siapa saja di antara kalian yang menyaksikan bulan (hilal Ramadhan), maka hendaknya dia berpuasa." (QS. Al-Baqarah [02]: 185) Jadi, yang menentukan (puasa dan hari raya) adalah rukyat. Berbeda dengan nas-nas shalat, yang dihubungkan dengan waktu: «أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ» "Dirikanlah shalat, karena matahari telah tergelincir." (QS. Al-Isra' [17]: 78) «إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّوْا» "Jika matahari telah tergelincir, maka shalatlah kalian." (HR. at-Thabrani) Jadi, praktik shalat tergantung pada waktu, dan dengan cara apapun agar waktu shalat itu bisa dibuktikan, maka shalat pun bisa dilakukan dengan cara tersebut. Jika Anda melihat matahari untuk melihat waktu zawal (tergelincirnya matahari), atau melihat bayangan agar Anda bisa melihat bayangan benda, apakah sama atau melebihinya, sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits-hadits tentang waktu shalat; jika Anda melakukanya, dan Anda bisa membuktikan waktu tersebut, maka shalat Anda pun sah. Jika Anda tidak melakukannya, tetapi cukup dengan menghitungnya dengan perhitungan astronomi, kemudian Anda tahu bahwa waktu zawal itu jatuh jam ini, kemudian Anda melihat jam Anda, tanpa harus keluar untuk melihat matahari atau bayangan, maka shalat Anda pun sah. Dengan kata lain, waktu tersebut bisa dibuktikan dengan cara apapun. Mengapa? Karena Allah SWT telah memerintahkan Anda untuk melakukan shalat ketika waktunya masuk, dan menyerahkan kepada Anda untuk melakukan pembuktian masuknya waktu tersebut tanpa memberikan ketentuan detail, tentang bagaimana cara membuktikannya. Berbeda dengan puasa. Dia memerintahkan Anda berpuasa berdasarkan rukyat. Dia pun menentukan sebab (berpuasa dan berhari raya) untuk Anda. Lebih dari itu, Dia menyatakan kepada Anda: "Jika mendung menghalangi rukyat, sehingga tidak terlihat, maka janganlah Anda berpuasa, meskipun hilal tersebut ada di balik mendung, dimana Anda yakin hilal tersebut ada melalui perhitungan astronomi." 9- Allah SWT adalah pencipta alam ini. Dialah yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Pengetahuan tentang pergerakan bintang dan rinciannya adalah anugerah dari Allah kepada umat manusia. Tetapi, Allah SWT tidak memerintahkan kita untuk beribadah dengan berpijak kepada perhitungan astronomi, tetapi memerintahkan kita untuk melakukan rukyat, sehingga kita pun beribadah kepada-Nya sebagaimana yang diperintahkan, dan tidak beribadah kepada-Nya dengan apa yang tidak diperintahkan. Dengan demikian, hanya rukyat-lah satu-satunya penentu dalam berpuasa dan berhariraya, bukan perhitungan astronomi. Berangkat dari sana, maka saya tegaskan, bahwa perhitungan astronomi tersebut tidak boleh digunakan untuk berpuasa dan berhariraya, tetapi hanya rukyat-lah satu-satunya yang boleh. Sebab itulah yang dinyatakan dalam nas-nas syariah. |
posted by Arief @ 07:16  |
|
|
|
| Friday, 5 October 2007 |
|
|
komentar untuk "bangunkan Aku Setelah September Usai..."
cukup menarik. sebagai seorang yang suka nge-blog, tulisan hafiz ini lumayan bagus, dari sisi kritik dan saran yang cukup produktif. sebagai seorang muslim, hafiz juga sangat terbuka pemikirannya, dalam melihat sebuah "harapan" umat islam yang bernama "Khilafah Islam". sebagai seorang aktifis blog [semoga nggak protes atas gelar ini], insyaAllah hafiz juga dapat berperan aktif, dalam memperbanyak, atau at least, nambahin satu, media silaturrahim untuk kaum muslimin, yang tentu saja, bukan suatu yang gak mungkin bagi seorang hafiz :).
Can you link us all, first? i wonder, pertanyaan ini buat sapa yah? kalo dirunut dari atas, -mungkin- pertanyaan ini adalah untuk orang2 yang mengusung dan memperjuangkan khilafah islam. cmiiw.
sebagai orang biasa yang juga ikut memperjuangkan tegaknya khilafah islam, saya mau menjawab pertanyaan sampeyan. salah satu aktifitas dakwah adalah kontak dengan masyarakat. ini adalah sarana silaturahmi yang cukup efektif, mengingat dapat dilakukan secara langsung, face-to-face, dan setiap hari. dalam skala yang agak besar, juga ada forum komunikasi antar tokoh masyarakat. tujuannya adalah satu, untuk mengajak umat islam kepada islam. bukan berarti, orang islam saat ini tidak islam, namun masih banyak pemahaman2 yang kurang disana sini tentang islam. insyaAllah, setiap hari di seluruh dunia ini ada ratusan, atau bahkan puluhan ribu diskusi dalam kontak masyarakat setiap harinya.
How can I help? uhhm. simply, berdakwahlah, suarakan persatuan umat islam ke seluruh dunia :) melalui media apapun yang hafiz bisa.
akhirkata, memang butuh persatuan ummat untuk khilafah. tapi begitu pula, setelah khilafah tegak nanti, khilafah-lah yang akan melindungi persatuan ini. :)
wallahua'lam bis shawab |
posted by Arief @ 18:12  |
|
|
|
| Saturday, 29 September 2007 |
|
|
akhirnya, saya memilih untuk copy paste artikel mas nadhiv :)
(untuk mas arief spammer, yang sejak jauh hari mengingatkanku untuk nonton acara ini; dan mbak dien yang memforwardkan sms seseorang dengan pesan yang sama) karena tidak punya TV sendiri, saya akan lawan opini yang coba dihembuskan Metro Realitas semalam, di sini. acara yang tayang pukul 22.30 hingga 23.00 itu perlu dikomentari sejak dari tajuknya: MENANTI SANG KHALIFAH. pertanyaannya: siapa yang menanti? HTI dkk: memperjuangkan!; amerika dan antek-anteknya (dari kalangan penguasa boneka, ulama gadungan, intelektual bayaran, dan media massa komprador): menghalangi! lalu siapa yang menanti? menanti dalam konteks yang kita bicarakan ini adalah wujud dari ketiakmauterlibatan dalam gelanggang pertempuran untuk menunggu siapa yang menang siapa kalah, dan barulah setelah itu menentukan sikap mau berpihak kemana. ya, sekali lagi, siapa yang menanti, pemilik sikap pengecut ini? kok sikapnya sampai dijadikan judul Metro Realitas, salah satu dari sedikit acara TV yang "bisa" ditonton? tapi sudahlah. meski pertanyaan itu terjawab pun, toh tidak akan terlalu banyak gunanya. sekarang, marilah kita cermati opini yang disusupkan lewat acara yang dengan gagahnya menyebut diri "realitas" itu. acara dimulai dengan pertanyaan Rahma Sarita (the host) kira-kira begini (seingat saya lho ya): apakah HTI akan berhasil mewujudkan cita-citanya menegakkan khilafah islam ataukah ini hanya pemanasan menjelang pemilu 2009? setelah itu, ditayangkanlah sekilas rekaman acara KKI 2007 dan juga cuplikan-cuplikan dari VCD "propaganda" HTI. tidak kurang, jubir HTI, m. ismail yusanto, pun diwawancarai. metro tv cukup fair ketika kemudian menyebutkan bahwa sejumlah pembicara dari luar negeri dan dalam negeri dicekal meski acara berlangsung damai. yang tidak fair, menurut saya, adalah ketika metro menyebutkan bahwa beberapa pembicara nasional menolak hadir (di antaranya amien rais, zainuddin mz, dan hasyim muzadi). tidak fairnya terletak di sini: dengan menjadikan alasan hasyim sebagai sampel, metro kemudian menggeneralisasi (meski tetap menyelipkan kata "barangkali") bahwa para pembicara yang tidak hadir itu memiliki alasan yang sama: berbeda visi kebangsaan dengan HTI. padahal, para pembicara itu, kecuali hasyim tentu, telah menyatakan bersedia hadir sejak awal. hanya menjelang detik-detik acara saja mereka menyatakan tidak jadi bisa hadir, meski dengan alasan yang ala kadarnya. ini jelas berbeda dengan hasyim yang sejak awal menolak mati-matian untuk hadir dan bahkan di berbagai daerah ia melancarkan black campaign terhadap HTI dan KKI. di sinilah ketidakfairan metro. ia tidak sekedar terjebak dalam fallacy of hasty generalization (sebuah tindakan kriminal dalam ilmu logika), tetapi justru lebih jauh ke dalam fallacy of ngawur generalization. untung saja kata "barangkali" masih diselipkannya, mungkin untuk dijadikannya tameng jika kekeliruan (sengaja?)nya ini terbongkar seperti sekarang ini. selanjutnya, metro mewawancarai umar abduh, orang yang digelarinya sebagai aktivis islam. wawancara ini menyimpulkan bahwa penegakan khilafah islam tidak mungkin diwujudkan oleh HTI. alasan abduh adalah bahwa jumlah anggota HTI terlalu kecil, tidak sampai 1 juta (maksudnya 900-an ribu saja?). lihatlah betapa dangkalnya argumen yang dibangun ini. jumlah tidak sampai satu juta itu kan sekarang. taruhlah massa HTI memang cuma 900 ribu. jika dalam satu tahun masing-masing anggotanya merekrut satu anggota baru, maka tahun depan HTI sudah memiliki 1.800.000 anggota. tahun 2009, 3.600.000. bagaimana jika perekrutan anggota baru itu terjadi dalam hitungan bulan? kalau ini tampak mengandai-andai saja, marilah kita lihat fakta yang bisa kita temui di lapangan. tahun 2000 lalu, konferensi khilafah HTI di tennis indoor hanya dihadiri sekitar 5000 orang saja. tujuh tahun kemudian, HTI mampu menghadirkan sekitar 100.000 orang. dengan kata lain, telah terjadi peningkatan 20 kali lipat dalam 7 tahun. dengan perhitungan yang sama, jika saat ini jumlah anggota HTI adalah 900 ribu, maka pada tahun 2014 sekitar 18.000.000 orang telah tergabung dalam organisasi ini. apakah jumlah segitu banyaknya belum cukup untuk sebuah revolusi?! wajarlah jika pada tahun 2005 lalu, National Intelligence Council Amerika serikat mengeluarkan laporan bahwa pada tahun 2020, khilafah islam diperkirakan sudah akan berdiri di muka bumi. jadi, kesimpulan umar abduh di atas mestinya direvisi: penegakan khilafah islam tidak mungkin diwujudkan saat ini, entah esok hari; entah lusa nanti. (thanks to iwan fals). kembali ke tayangan Metro Realitas semalam. di akhir acara ini, ditayangkanlah potret buruk penerapan beberapa perda syariah. metro seakan memberi pesan kepada khalayak bahwa seburuk itulah yang akan terjadi jika khilafah islam ditegakkan. betul, bahwa di beberapa daerah, dalam upaya penerapan perda-perda syariah, terjadi beberapa penyimpangan. di antaranya, wanita baik-baik di tangerang terkena ciduk aparat karena disangka pelacur (break: dalam menegakkan hukum kolonial di negeri ini, memangnya polri tidak sering salah tangkap, hah?). juga, ada segelintir aparat penegak syariah yang justru kedapatan melanggar perda syariah (break lagi: dalam hukum kolonial, memangnya tidak sering ada polisi atau bahkan hakim yang berbuat kriminal, hah?!). ini semua mungkin benar realitas, tapi ini adalah cuma realitas yang dipilih oleh metro untuk ditayangkan. dampak penerapan syariah yang positif seperti keberhasilannya menekan angka kejahatan dan meningkatan pendapatan daerah lewat zakat, infaq, dan sedekah, dipilih untuk DISEMBUNYIKAN oleh metro. ini tentu akan memberi kesan pada pemirsa bahwa perda syariah bukannya berguna malah banyak menimbulkan masalah. inilah yang disebut para pakar sebagai second hand reality atau realitas tangan kedua. yaitu, "realitas" yang sudah dipoles bahkan dibajak sehingga tidak menggambarkan realitas yang sesungguhnya. lebih dari itu, penerapan perda syariah di beberapa daerah tidak bisa dijadikan alat untuk menggambarkan kehidupan dalam khilafah islam. sebab, perda-perda itu hanya sebagian kecil dari syariat islam, masih jauh dari kategori kaffah. justru porsi terbesar dari hukum yang mengatur kehidupan masyarakat di 22 daerah berbasis perda syariah di indonesia masih berada dalam genggaman kapitalisme sekuler. maka, menjadikan beberapa problem penerapan perda syariah sebagai justifikasi penolakan terhadap seruan ditegakkannya islam kaffah lewat khilafah pada hakekatnya sama saja dengan mencemooh sebuah obat asam urat yang seharusnya diminum satu bungkus tiga kali sehari tetapi hanya diminum 1/4 bungkus seminggu sekali, dimana pada saat yang sama, sang penderita tetap saja makan mlinjo dan duren. konyol dan tidak adil, tapi itulah yang sepertinya hendak dijajakan oleh Metro Realitas semalam. ngomong-ngomong, pengen tau kenapa metro tv "berbuat" seperti itu? oh, tentu saya tidak bisa menjawabnya. sebaiknya tanyakan saja pada bosnya: surya paloh, yang juga penasehat partai golkar, partai yang beberapa hari terakhir ini getol menyerukan pemberlakuan kembali asas tunggal pancasila! wallahu a'lam. |
posted by Arief @ 08:10  |
|
|
|
| Friday, 31 August 2007 |
|
|
Khalifah Juga Manusia Dr. Fahmi Amhar Alumnus Vienna University Peneliti Sejarah Islam.
Konferensi Khilafah Internasional (KKI) yang digagas oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 12 Agustus 2007 lalu mulai menuai bola salju. Di harian Media Indonesia 24 Agustus 2007 lalu muncul dua tulisan yang mempersoalkan ide-ide HTI.
M. Hasibullah Satrawi (alumnus al-Azhar Kairo) mempertanyakan prosedur pemerintahan seperti apa yang hendak diciptakan? Satrawi menganggap HTI mengalami kerancuan paradigma, yang di satu sisi ingin menegakkan pemerintahan khilafah (yang menurutnya pada masa awal Islam sarat dengan nilai-nilai demokrasi), tetapi di sisi lain HTI anti demokrasi. Bahkan dia pertanyakan apakah HTI sama atau memang Khawarij baru – suatu hal yang juga dilontarkan oleh kelompok Salafi.
Sedang Zuhairi Misrawi (Direktur Moderate Muslim Society) menggunakan pendekatan hermeneutik. Istilah khalifah dan khilafah dikatakan mengalami perkembangan dan partikularisasi, dari "mandat Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia apapun agamanya" menjadi "justifikasi dan legitimasi suatu klan politik". Kedaulatan Tuhan atau sistem khilafah menurutnya adalah kalimat mulia tapi maknanya bisa menjadi batil.
Lepas dari soal setuju atau tidak dengan isinya, keberadaan dua tulisan itu dapat bernilai positif, dan justru diharapkan oleh HTI untuk membuka perdebatan ilmiah yang mengandalkan kekuatan logika. Sepanjang pergumulan saya dengan gerakan HT selama lebih kurang 17 tahun, saya melihat bahwa gerakan ini sangat concern dengan adu argumentasi ilmiah, dan bukan kekerasan atau main larang bicara yang hanya mengandalkan logika kekuatan. Justru logika kekuatan ini yang akhir-akhir ini ditunjukkan oleh penguasa negeri ini, yang mencekal dan mendeportasi dua pembicara KKI dari Luar Negeri, serta melarang dan menekan beberapa tokoh Dalam Negeri agar tidak berorasi di forum KKI.
Sebenarnya apa yang dipersoalkan oleh dua penulis di atas, sudah terjawab oleh buku-buku HT sendiri. Dalam buku Ajjihzah daulatih khilafah (Struktur Negara Khilafah) yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir (Internasional) tahun 2005, ditegaskan bahwa sistem khilafah adalah sistem manusia dan bersifat duniawi. Khalifah juga manusia, dan negara Khilafah bukan negara teokrasi.
Meskipun istilah Khalifah dipakai secara umum di dalam Qur'an Surat al-Baqarah ayat 30 (Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi"), namun Rasul telah dengan jelas membatasi istilah itu untuk pemerintahan pasca Nabi. Nabi bersabda dalam hadits riwayat Muslim: "Dulu Bani Israel diurus dan dipelihara oleh para nabi. Setiap seorang nabi meninggal, nabi yang menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, dan mereka banyak". Para sahabat bertanya, "Lalu apa yang kau perintahkan kepada kami?" Nabi menjawab, "Penuhilah baiat yang pertama, yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang mereka urus".
Di hadits yang lain Rasulullah sangat menekankan kesatuan negara, sehingga melarang munculnya kepala negara tandingan. Dalam hadits riwayat Muslim tersebut Nabi secara eksplisit menggunakan istilah khalifah untuk kepala negara kaum muslimin: Jika dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah yang paling akhir dari keduanya".
Tentang mekanisme pemilihan khalifah, apa yang terjadi pada masa khulafaur Rasyidin, dan diamnya mereka melihat mekanisme pemilihan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali yang berbeda-beda, menunjukkan bahwa keempatnya adalah sah sebagai model. Hal ini karena ada sabda Nabi: "Ummatku tidak akan sepakat dalam kemungkaran". HT menyimpulkan bahwa kesepakatan (ijma') para sahabat (dan hanya berlaku untuk para sahabat Nabi) adalah sebuah sumber hukum.
Karena itu bagi HT mekanisme itu sangat jelas. Khalifah boleh dipilih secara langsung seperti Abu Bakar; atau dengan nominasi khalifah sebelumnya seperti Umar; atau dengan suatu komite pemilihan seperti Utsman atau dengan suatu pengambil alihan di saat terjadi vacuum of power seperti Ali. Keempat model ini semuanya absah pada saat yang tepat. Jadi keliru untuk mengatakan bahwa Islam atau sistem khilafah tidak memiliki model suksesi.
Sedang apa yang terjadi di masa dinasti Umayah, Abbasiyah atau Utsmaniyah adalah penyalahgunaan sistem nominasi. Namun bukan metode nominasinya sendiri yang salah. Dalam sistem demokrasi juga ada nominasi. Hampir semua penerus Perdana Menteri pada sistem demokrasi parlementer adalah dinominasikan oleh PM sebelumnya. Toh nominasi ini hanya akan berjalan dengan baik kalau diterima oleh Parlemen dan diperkuat lagi oleh pemilu berikutnya.
Dalam sistem khilafah, nominasi ini baru akan sah ketika ada baiat. Baiat adalah semacam kontrak antara umat (yang terwakili oleh tokoh-tokoh kunci kekuatan umat, yaitu di politik atau militer) yang siap taat dan membela seseorang agar menerapkan syariat Islam. Orang yang menerima baiat itulah yang kemudian menjadi khalifah, atau amirul mukminin, atau sultan atau sebutan lain yang sah.
Sebaiknya kalau kita meneropong suatu sistem pemerintahan, kita jangan hanya terpaku pada sistem suksesinya. Konstitusi negara manapun tidak hanya mengatur suksesi. Di UUD 45 hasil amandemen, soal suksesi hanya ada pada 3 pasal dari 37 pasal. Maka, ketika kita menilai kualitas sebuah negara, jangan pula hanya dilihat suksesinya. Kalau kita mau jujur, Indonesia ini meski sukses melakukan suksesi secara demokratis, tetapi kualitas kehidupan masyarakatnya justru semakin parah dan semakin jauh dari cita-cita proklamasi.
Sementara, se-despot apapun para khalifah Islam di masa lalu, mereka masih melindungi rakyatnya, mencerdaskannya, menjadikannya sejahtera, dan menorehkan sejarah peradaban emas Islam. Umar bin Abdul Azis dari bani Umayyah berhasil mensejahterakan rakyatnya dalam 2,5 tahun, padahal waktu itu kekuasaanya membentang dari Spanyol hingga Iraq. Khalifah al Rasyid dan al Makmun dari bani Abbasiyah mensponsori aktivitas keilmuan yang luar biasa di masanya. Al Mu'tashim Billah dengan tegas menindak suatu negara boneka Romawi yang serdadunya melakukan pelecehan seksual atas wanita muslimah di negeri itu. Bayangkan dengan apa yang diperbuat Republik Indonesia yang sangat demokratis pemilunya ini pada ribuan perempuan buruh migran yang tidak cuma dilecehkan namun juga disiksa di luar negeri? Al Qanuni dari bani Utsmaniyah berhasil menahan – untuk beberapa abad kemudian – laju imperialisme kekaisaran-kekaisaran Eropa saat itu (Habsburg Austria, Tsar Russia, dll). Andaikata khilafah Utsmani ini tidak pernah ada, barangkali Islam belum berkembang di Indonesia seperti saat ini.
Menganggap sistem khilafah awal sarat dengan nilai-nilai demokrasi justru menunjukkan kebutaan kita terhadap demokrasi. Demokrasi direduksi hanya dalam proses pemilu (demokrasi prosedural). Orang-orang Islam liberal pun sangat paham akan hal ini, sehingga merekapun menentang kalau orang hanya menggunakan demokrasi sebatas prosedural. Padahal dalam demokrasi itu juga ada asas sekulerisme (penetralan kehidupan publik dari acuan agama apapun), asas liberalisme (kebebasan berpikir, berpendapat dan berperilaku sepanjang tidak mengganggu kebebasan orang lain) serta asas kapitalisme (pasar bebas dengan modal sebagai panglima). Demokrasi boleh mempersoalkan apa saja (termasuk Islam), namun tidak boleh mempersoalkan ketiga asas pendampingnya. Sementara itu ide khilafah yang diusung HT sebenarnya tidak pernah mempersoalkan demokrasi sebagai prosedur, namun menentang keras tiga asas pendampingnya. Adakah demokrasi tanpa sekulerisme, liberalisme dan kapitalisme? Negara mana contohnya? Kalau anda yakin jawabannya ada, mungkin anda masih bermimpi! |
posted by Arief @ 22:59  |
|
|
|
|

|
 |
Khilafah will save Palestine!
|

|

|
|
Dubes Palestina: Sistem Khilafah Bisa Selamatkan Palestina
Dutabesar Palestina untuk Indonesia Fariz Nave Mahdawi menyatakan, Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds yang berada di bumi Palestina bisa diselamatkan jika kaum Muslimin dipimpin oleh sebuah kekhilafahan. Mahdawi mengungkapkan hal tersebut dalam seminar sehari bertema "Kebangkitan Umat Islam dan Kehancuran Zionis Israel" di Jakarta hari ini, Kamis (30/8) yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslimin (Hizbullah).
Mahdawi menyatakan, Palestina mengalami masa kejayaan pada masa khalifah Umar bin Khattab. Keruntuhan Palestina mulai terjadi ketika Zionis atas nama Perang Salib menjajah Palestina. Padahal akhirnya, kaum Zionis itu juga memerangi kaum Nasrani yang ada di Palestina.
Zionis berhasil merampas tanah Palestina lewat tangan pemerintah Inggris dengan Perjanjian Balfournya, yang merancang keberadaan tanah Palestina untuk berdirinya negara Israel.
"Kami orang-orang Palestina ditipu oleh intervensi Inggris yang menyerahkan Palestina pada Israel. Hingga orang-orang Yahudi eksodus besar-besaran ke Palestina, " kata Mahdawi.
Ia mengatakan, bukan tidak mungkin khalifah yang akan membebaskan Masjid al-Aqsha dan tanah Palestina dari cengkeraman Zionis Israel adalah khalifah dari luar Palestina. Seperti yang dilakukan Shalahuddin al-Ayyubi yang berasal dari suku Kurdi di Irak, yang membebaskan Masjid al-Aqsha dan wilayah Palestina dari penjajahan para Salibis.
*eramuslim
~~~~
Yes, brother and sister, khilafah will extinguish every enemy of Islam. There will be no tears, blood flood in every moslem land. Al-Quds, Sebrenica, Chechnya, Kosovo, Moro, Ambon, Afganistan, Iraq. Every moslem land Unite under khilafah.
Khilafah will conquer every land in the world. Paris, Berlin, Praha, Moskwa, Newcastle, Washington, Buenos Aires, Tokyo. Khilafah liberate humanbeing from every satanic rule, capitalism ideology. |
posted by Arief @ 22:48  |
|
|
|
|
|