Khilafah Fighters  

Laa 'Izzata illa bil Islam  
Walaa Islama illa bisy Syariah  
Walaa Syariata illa bid Daulah   Daulah Khilafah Rasyidah  





Locations of visitors to this page

Ada user online
Friday, 26 January 2007

Letter from Baghdad

 The message below, from Abu Abdallah (a resident of Baghdad) was read out to the demonstrators who marched to the US embassy on the 20th January to protest Bush's re-invasion ("troop surge") of Iraq and the bombing of Somalia.

Dear Brothers and Sisters

Assalamu alaikum.wa rahmatullahi wa barakatuh

I pray this letter reaches you in London. May Allah 'Azza wa Jall reward you all for making this effort regarding the crisis in Iraq. I thank Allah Ta'ala for giving me the opportunity to address you with a short message.

Before we had the tyranny of Saddam, now we have the tyranny of the occupiers and their new agents. But it is still tyranny. Under the regime of Saddam Hussein we faced much oppression. Especially those people who carried the Islamic Dawah. We were chased, beaten and murdered. Our families lived in fear. Since the fall of Saddam, things are far worse. Still we are chased and beaten and murdered, but those who do this do it for different reasons.

We have no security. People try not to leave their houses because when you leave home, you don't know if you will return. No one is safe; some of us have sent our families abroad. When you leave home, if you fail to stop at a British or US checkpoint, you could get shot or arrested and they can treat you as they like, though they are the invaders! And now Bush wants to send 20,000 more invaders, telling the world that these will bring us peace.

In truth, before the invasion and occupation, we did not have hatred and sectarian problems in Iraq. This is a creation of those who have occupied our land. They have placed one of us against the other, making us political rivals. Now they use this as their excuse to remain in Iraq.
Apart from the problems of our safety, we lack electricity, medicines, and jobs – whereas before we at least had all these things. They have destroyed this land, divided our people, established bases in our land and are stealing its resources.

On top of this we have seen the humiliating destruction of masajid and abuses against our people by the occupiers.

My dear brothers and sisters. I ask of you help from London. We ask for your dua, and some of you may send your sadaqah. But more than this I ask you to spread a message.

Tell people about the problems that we face. Make sure people know about these abuses – like in Haditha and Fallujah where so many were massacred, and Abu Ghraib. Let people know that Sunni and Shia did not hate each other before they have been placed against each other. When you hear that the people who are fighting the occupation are called terrorists – tell the people – NO. They are resisting the invader who occupies their land and steals their wealth. That is the same that anyone will do. You can be a voice for us. We ask Allah to help you with this.
We ask you also to work for the unity of the Islamic world in order to be able to stand against people who play with us to compete with each other over the share of the cake.

May Allah Subhanahu wa Tala protect you and us and bring His Victory soon.

Your brother,
Abu Abdallah from Baghdad

source : [hizb.org.uk]

Labels:

posted by Arief @ 13:37   0 comments
Wednesday, 10 January 2007

tentang pak YQ dan pak HNW

Yusuf Qardhawi Puji Islam di Indonesia
original source : [link]

Irwan Nugroho - detikcom

Jakarta - Ulama Mesir Yusuf Qardhawi terkagum-kagum dengan Indonesia. Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk beragama Islam, Indonesia dapat melaksanakan demokrasi dan menghargai pluralitas.

Pernyataan Yusuf itu disampaikan Ketua MPR Hidayat Nurwahid dalam jumpa pers yang digelar usai pertemuan tertutup selama 1 jam dengan Yusuf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/1/2007). Namun sayang, ulama Islam berpandangan terbuka itu tidak turut serta dalam jumpa pers.

"Bagi beliau itu hal yang membanggakan. Itulah Islam yang sebenarnya, Islam yang moderat, Islam yang membawa keunggulan peradaban. Dan itu didapatkan beliau saat berkunjung ke Indonesia," ujar Hidayat menirukan ucapan Yusuf.

[unnecessary text is removed without altering the meaning. please click original source to show complete news.]


SBY-Yusuf Qardhawi, Dari Musibah Hingga Palestina dan Irak

original source : [link]

Luhur Hertanto - detikcom

Jakarta - Ulama terkenal Timur Tengah Yusuf Qardhawi bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Ini pertemuan kedua kali bagi Yusuf dan SBY. Sejumlah hal dibahas, dari musibah yang terulang di Indonesia hingga masalah Palestina dan Irak.

Yusuf merasa prihatin dengan musibah yang datang silih berganti di Indonesia. "Sebagai muslim, bila saudara kami menderita, maka kami juga merasakan hal yang sama," kata ulama yang bukunya banyak beredar di toko-toko buku di Indonesia ini.

Menurut Yusuf, Indonesia memiliki peran besar terhadap Irak, antara syiah dan sunni. Indonesia juga memainkan peran yang bisa mempengaruhi Iran. "Apa yang terjadi di Irak, Indonesia punya potensi terhadap negara Arab ," kata Yusuf. "Kami berbicara masalah Palestina dan Irak secara umum," imbuh dia.

Ditanya mengenai sikap Indonesia terhadap Irak, Yusuf mengatakan, "Presiden bicara masalah Palestina dan Irak. Foksunya adalah masalah Irak. Yang terjadi di Irak bahaya dan harus ada yang bisa mempengaruhi internal irak,"
kata dia. 

Pada kesempatan itu, Yusuf juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dengan ulama. "Dalam sejarah Islam, ulama juga memimpin karena ulama punya potensi untuk menjadi pemimpin. Seperti Abu Bakar, Umar, mereka pemimpin yang juga ulama. Kalau pemimpin saleh seperti Umar bin Abdul Azis,
ulama ingin dekat. Jika pemimpin zalim, maka ulama enggan mendekat. Presiden SBY ingin mendekat saya. Dia mengundang saya untuk mendengar nasihat saya. Ini prakarsa terpuji.


Dino juga menjelaskan SBY dan Yusuf juga membahas masalah Irak. "Presiden prihatin terhadap masalah Irak yang terus tidak stabil, kekerasan dan konflik terus berlangsung," ujar dia. (lh/asy)

[unnecessary text is removed without altering the meaning. please click original source to show complete news.]


Hidayat Harap Yusuf Qardhawi Dapat Perbaiki Citra Indonesia
original source : [link]

Muhammad Nur Hayid - detikcom

Jakarta - Ulama besar Mesir Yusuf Qardhawi bertandang ke Indonesia. Selain bertemu Presiden SBY, ulama kelahiran 1926 itu juga bertemu Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

Hidayat berharap pertemuan dengan Yusuf Qardhawi dapat memperbaiki citra Indonesia di mata dunia Islam. Sebagai ulama yang berpengaruh, Yusuf juga dinilai mampu memperbaiki citra Islam di mata Barat yang menganggap Islam identik dengan terorisme.

"Kehadiran beliau diharapkan dapat mengkampanyekan Islam moderat yang selama ini ada di Indonesia sekaligus mengkampanyekan Islam adalah agama yang tidak bertentangan dengan demokrasi," kata Hidayat saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/1/2007).

Qardhawi adalah ulama yang berpandangan terbuka dan berpandangan positif pada pendidikan modern. Enam dari tujuh anaknya menuntut ilmu umum di Inggris dan AS. Hanya seorang anaknya yang mengail ilmu di Universitas Darul Ulum Mesir.(ken/nrl)


[unnecessary text is removed without altering the meaning. please click original source to show complete news.]

komentar kfighters
komentar ini insyaAllah tidak dalam rangka membenci seseorang, yaitu Bpk. Yusuf Qardhawi maupun Bpk. Hidayat Nur Wahid. komentar ini insyaAllah hanya untuk mengkritisi pemikiran, perkataan dan pernyataan beliau -

menurut Bpk Yusuf Qardhawi [selanjutnya disebut YQ], indonesia mampu melaksanakan demokrasi dan menghargai pluralitas. demokrasi? saya serukan bagi pak YQ, dan kaum muslimin yang mempercayai bahwa sistem demokrasi adalah yang terbaik untuk diterapkan di dunia ini, agar mengkaji lebih dalam dengan mata terbuka, tentang hakikat demokrasi itu sendiri.

bukankah di dalam demokrasi, dalam banyak bentuknya, entah itu demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, atau demokrasi2 yang laen, terdapat kaidah "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat" ? dari sini saja dapat disimpulkan bahwa rakyat dapat menentukan nasibnya sendiri, termasuk, melanggar hak Allah, yaitu membuat hukum. dengan bolehnya membuat hukum ini, maka bukan tidak mungkin, bahkan banyak buktinya, yang haram jadi halal, dan sebaliknya, yang halal jadi haram.

sebutan "ulama islam berpandangan terbuka" untuk pak YQ mungkin dianugerahkan oleh pers, tangan tangan dingin kau kapitalis, sebagai penghargaan bagi pak YQ yang merupakan salah satu ulama yang membolehkan, bahkan memperjuangkan, agar sistem demokrasi yang melanggar hak Allah tersebut diterapkan di setiap negeri kaum muslimin.

[.... ada yang berbisik di kepalaku.... pak yusuf ... eling pak....]

nggak mau kalah dengan pak YQ, pak Hidayat NW [selanjutnya disebut pak HNW] menirukan ucapan pak YQ "Itulah Islam yang sebenarnya, Islam yang moderat" .... pak HNW, please explain to me ... what is the meaning of islam moderat ? apakah islam yang mau terbuka, yang mau menerima sistem kufur dengan tangan terbuka, yang mau memperjuangkan nasib kaumnya lewat parlemen? atau yang lain? atau cuma ikut2an mengamini agenda barat yang ingin memecah belah islam menjadi islam moderat dan islam tidak moderat?

keluar pula ucapan yang "sangat menyentuh" dari pak YQ, "Sebagai muslim, bila saudara kami menderita, maka kami juga merasakan hal yang sama" .  serta merta ingatan saya tertuju pada 2 muslimah yang tertembak di daerah gaza, kaum muslimin yang terkena pecahan mortir, terkepung di sebuah desa di pedalaman iraq sesaat sebelum meregang nyawa. T_T. pak YQ yang baik, cukupkah kita hanya merasakan derita mereka? haruskah kita hanya duduk terdiam sambil meneteskan airmata melihat mereka? sudahkah kita memaksimalkan usaha, pikiran, materi, daya dan upaya yang kita punyai untuk mengentaskan keadaan ini? apakah memberikan political statement sudah cukup?

pada pertemuan antara pak YQ dan pak SBY, salah satu isu penting menurut pak YQ adalah pentingnya  kerjasama antara pemerintah dan ulama.  pak YQ menceritakan bagaimana dunia islam dipimpin oleh pemimpin sekaligus ulama seperti Abu Bakar dan  Umar. jika pemimpin saleh, ulama ingin dekat. jika pemimpin zalim, ulama enggan mendekat. Di dalam islam, pemimpin adalah ulama [definisi ulama adalah pewaris para nabi, orang yang paling takut kepada Allah, dan sudah pasti luas tsaqofahnya]. untuk menjadi pemimpin, seseorang harus tahu hukum Islam, dan terikat kepada hukum islam tersebut. ini adalah syarat yang mutlak dipenuhi. dengan kata lain, pemimpin haruslah seorang ulama, tidak boleh ada pemimpin yang tidak tahu hukum, apalagi tidak mempunyai rasa takut kepada Allah. jadi menurut saya, pemimpin dan ulam adalah sebuah entity yang sama, tidak boleh terpisah.

pak HNW kemudian menilai bahwa pak YQ adalah ulama yang berpengaruh yang mampu memperbaiki citra islam di dunia barat yang identik dengan terorisme.  pak HNW juga berharap kehadiran pak YQ  dapat mengkampanyekan  islam moderat yang selama ini ada di indonesia sekaligus mengkampanyekan islam adalah agama yang tidak bertentangan dengan demokrasi. titel teroris yang di hadiahkan oleh barat kepada islam rupanya membuat pak HNW dan [mungkin] pak YQ, ketakutan dan mencoba
menggeleng-gelengkan kepala sambil berteriak "No.. sir !!! we're not teroris !! please believe us... ". bukankah seharusnya pak HNW dan pak YQ berteriak "sapa yang teroris? lu apa gw? lu bunuh banyak muslim man!!"

[basa_gaul_mode = on :p].

coba kita telaah lebih dalam, definisi teroris. kejam? suka bunuh manusia? suka ngrusak gedung? kalau memang benar ada sekelompok kaum muslimin yang tidak suka dengan ketidak adilan di dunia ini, kemudian membunuh sekitar 3000 orang + merusak dan meruntuhkan twin tower wtc di NYC. atas dasar kejadian itu, yang notabene dipertanyakan kebenarannya oleh orang orang barat sendiri, pihak barat, yang diprakarsai amerika dan inggris, strike back. mereka mulai asal tembak, dan afgan, iraq jadi korban. tak kurang dari 650.000 kaum muslim di iraq meninggal menjadi korban kekejaman ini. tak ketinggalan kota baghdad rata dengan tanah.

lalu puluhan santri di pesantren yang ada di pedalaman pakistan, dihabisi dengan satu rudal yang tidak bisa memilih kata tidak ketika ditugaskan untuk mengakhiri puluhan nyawa yang tidak berdosa tersebut. lalu kabar terbaru, di bombing pesawat pesawat amerika juga ditugaskan untuk meluluh lantakkan daratan somalia. semua atas dasar apa ? "War on Terror"? sebuah phrase yang digunakan amerika dan sekutunya untuk melegalkan tindakan kejam mereka menghancurkan negeri negeri kaum muslimin.

lalu apakah kita harus berlindung di atap rumah kita, angkat telpon, lalu bilang kepada para penjajah penjajah tersebut .."sir, please forgive us, we're not terroris, so please stop bombing us, and we'll help you catch those so-called-terrorist..... we'll be your servant, and please comand us anything as you like...."....

bukankah seharusnya kita semua -kaum muslimin- berteriak bersama "hoi ! mbah-nya teroris teriak teroris! rampok teriak maling! sapa yang teroris, huh? bush teroris laknatullah, segera angkat kaki dari negeri negeri kami! bumi ini tak layak untuk kau huni! mulutmu yang berdarah darah tak layak untuk berkata kau teroris! angkat kaki dari tanah kami, atau kamu akan mendapatkan perangmu !!!!"

pak YQ, pak HNW, sorry yak, saya tinggal ngomel :D.

[serius_mode = on]

Wahai Kaum Muslimin.
Masalah masalah yang terjadi sekarang di seluruh negeri negeri kita menuntut kita untuk bergerak. Sudah bukan waktunya lagi bagi kita untuk berdiam diri. Kembalikan semua kepada islam. Mari kita tegakkan hukum Allah di bumi Allah ini. Syariah akan menyelesaikan semua masalah. Dengan Islam kaum muslimin akan hidup dengan mulia. Tegaknya Islam mengharuskan tegaknya Syariah. Kita semua Kaum Muslimin memerlukan sebuah sistem yang menjamin tegakknya Syariah. Sistem itu bukan demokrasi, bukan pula kerajaan. Sistem itu adalah sistem Daulah Islam, Khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian. Maka, wahai kaum muslimin, kuatkan tanganmu, tegakkan langkahmu, jernihkan pikiranmu, sampaikanlah kabar baik ini, bahwa Islam akan kembali, Khilafah akan berdiri, kehormatan kaum muslim akan terlindungi....

ALLAHU AKBAR !!!
ALLAHU AKBAR !!!
ALLAHU AKBAR !!!

Labels:

posted by Arief @ 18:38   5 comments
Saturday, 6 January 2007

..5 dari 100..

5 dari 100 Pelajar DKI Lakukan Seks Pranikah
 
Kamis, 4 Januari 2007
DEPOK, WARTA KOTA- Lima dari seratus pelajar setingkat SMA di Jakarta melakukan seks pranikah.  Pola pacaran yang dilakukan antara lain mulai berciuman bibir, meraba-raba dada, menggesekkan alat kelamin (petting) hingga berhubungan seks. Perilaku seks pranikah itu pun erat kaitannya dengan penggunaan narkoba di kalangan para remaja. Tujuh dari 100 pelajar SMA pernah memakai narkoba.
Hal itu dikemukakan oleh Rita Damayanti yang kemarin menyampaikan hasil penelitiannya untuk meraih gelar doktor pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Dia meneliti 8.941 pelajar dari 119 SMA/sederajat di Jakarta.
Menurutnya, perilaku seks pranikah itu cenderung dilakukan karena pengaruh teman sebaya yang negatif. Apalagi bila remaja itu bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga yang kurang sensitif terhadap remaja. Selain itu, lingkungan negatif juga akan membentuk remaja yang tidak punya proteksi terhadap perilaku orang-orang di sekelilingnya.
Bahkan, remaja yang merasa bebas dan tidak terkekang, ternyata lebih mudah jatuh pada perilaku antara, yaitu merokok dan alkohol. Ujung-ujungnya dari perilaku antara itu, pelajar akan berperilaku negatif seperti mengonsumsi narkoba dan melakukan seks pranikah.
Untuk menangani masalah tersebut, Rita menyarankan sekolah agar memberikan informasi yang intensif kepada siswanya tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, kegiatan yang dilakukan remaja harus terus dipantau dan dibimbing orangtua. Remaja yang bertanggung jawab dan paham dengan tujuan hidupnya, juga bisa tergelincir pada pertemanan negatif.  "Back to basic, cintai anak-anak, beri perhatian yang cukup, dan penuhi kebutuhan psikologisnya. Pola asuh yang positif akan membentuk anak-anak menjadi lebih tangguh," ucapnya.
Dalam penelitiannya,  Damayanti menyebutkan bahwa  berpacaran sebagai proses perkembangan kepribadian seorang remaja karena ketertarikan antarlawan jenis. Namun, dalam perkembangan budaya justru cenderung permisif terhadap gaya pacaran remaja. Akibatnya, para remaja cenderung melakukan hubungan seks pranikah.
Berdasarkan penelitiannya, perilaku remaja laki-laki dan perempuan hingga cium bibir masih sama. Akan tetapi, perilaku laki-laki menjadi lebih agresif dibandingkan remaja perempuan mulai dari tingkatan meraba dada. Seks pranikah yang dilakukan remaja laki-laki pun dua kali lebih banyak dibandingkan remaja perempuan. (tan)
PERILAKU PACARAN REMAJA SLTA DI JAKARTA*
Perilaku Pola Pacaran| Perempuan| Laki-Laki| Total
                                (%)           (%)         (%)
Ngobrol, Curhat         97,1         94,5          95,7
Pegangan tangan       70,5         65,8          67,9
Berangkulan              49,8         48,3          49,0
Berpelukan                37,3          38,6         38,0
Berciuman pipi           43,2         38,1          40,4
Berciuman bibir          27,0         31,8          20,5
Meraba-raba dada       5,8          20,3          13,5
Meraba alat kelamin    3,1          10,9            7,2
Menggesek kelamin    2,2            6,5            4,5
Melakukan seks oral    1,8            4,5            3,3
Hubungan seks          1,8             4,3           3,2
*Hasil Penelitian Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rita Damayanti


Sumber: Warta Kota

====================
Komentar kfighters :
Kejadian seperti ini semakin hari tidak menampakkan tanda - tanda akan berkurang. Semakin hari, tingkat dekadensi moral anak muda semakin meningkat. TV, movies, orang tua yang tak acuh, lingkungan yang keras, adalah beberapa penyebab keterpurukan ini. Apakah cuma itu?
Mari kita tarik lagi, kita runut lagi penyebabnya. Siapa yang mengatur tayangan tv? Siapa yang mengatur materi movies ? Siapa yang turut membuat lingkungan di sekitar kita tidak nyaman? Ya, pemerintah.
Oops! jangan menjustifikasi buta seperti itu dunk! Ada apa dengan pemerintah? Apa yang salah dengan pemerintah ? Tentu saja, kebijakannya. Apa yang membuat pemerintah seperti macan ompong ketika melihat tayangan tv yang potensial secara langsung mendidik - adik adik, anak - anak kita yang masih duduk di SMP, berpelukan dengan lawan jenis? Apa yang membuat pemerintah duduk diam membisu dengan terbitnya majalah - majalah yang triple-x-rated?
Tentu saja, obviously .... salah satu komponen Hak Asasi Manusia, Hak menyampaikan pendapat. Hak yang diusung oleh HAM ini sangat jelas menggiring manusia kepada dunia tak berbatas, semua halal, semua boleh, semua ok sesuai isi hati dan nafsunya.
Akankah kita ikut - ikutan terjebak, apalagi mengkampanyekan pemikiran ini, yang sudah jelas ujungnya - yaitu kehancuran tataran hidup manusia? Akankah kita hanya duduk diam membiarkan virus itu menyebar menjangkiti seluruh tubuh kita - kaum muslimin?
Wahai kaum muslimin,
Sudah saatnya kita semua turun membumi untuk berfungsi sebagai kaspersky [antivirus] dan membasmi semua virus yang ada di masyarakat. Akankah kita merasa berkecukupan dengan hanya memperbaiki diri sendiri saja tanpa sedikitpun bergerak untuk berdakwah? Ingat saudaraku, agama ini adalah agama dakwah.
"Barangsiapa tidak memperhatikan (memikirkan) masalah kaum Muslimin, maka dia bukan dari golongan mereka" (HR Baihaqi)

Labels:

posted by Arief @ 10:21   0 comments
Arief Rachmansyah
Kota Malang


cmplt prfl