Khilafah Fighters  

Laa 'Izzata illa bil Islam  
Walaa Islama illa bisy Syariah  
Walaa Syariata illa bid Daulah   Daulah Khilafah Rasyidah  





Locations of visitors to this page

Ada user online
Wednesday, 10 January 2007

tentang pak YQ dan pak HNW

Yusuf Qardhawi Puji Islam di Indonesia
original source : [link]

Irwan Nugroho - detikcom

Jakarta - Ulama Mesir Yusuf Qardhawi terkagum-kagum dengan Indonesia. Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk beragama Islam, Indonesia dapat melaksanakan demokrasi dan menghargai pluralitas.

Pernyataan Yusuf itu disampaikan Ketua MPR Hidayat Nurwahid dalam jumpa pers yang digelar usai pertemuan tertutup selama 1 jam dengan Yusuf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/1/2007). Namun sayang, ulama Islam berpandangan terbuka itu tidak turut serta dalam jumpa pers.

"Bagi beliau itu hal yang membanggakan. Itulah Islam yang sebenarnya, Islam yang moderat, Islam yang membawa keunggulan peradaban. Dan itu didapatkan beliau saat berkunjung ke Indonesia," ujar Hidayat menirukan ucapan Yusuf.

[unnecessary text is removed without altering the meaning. please click original source to show complete news.]


SBY-Yusuf Qardhawi, Dari Musibah Hingga Palestina dan Irak

original source : [link]

Luhur Hertanto - detikcom

Jakarta - Ulama terkenal Timur Tengah Yusuf Qardhawi bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Ini pertemuan kedua kali bagi Yusuf dan SBY. Sejumlah hal dibahas, dari musibah yang terulang di Indonesia hingga masalah Palestina dan Irak.

Yusuf merasa prihatin dengan musibah yang datang silih berganti di Indonesia. "Sebagai muslim, bila saudara kami menderita, maka kami juga merasakan hal yang sama," kata ulama yang bukunya banyak beredar di toko-toko buku di Indonesia ini.

Menurut Yusuf, Indonesia memiliki peran besar terhadap Irak, antara syiah dan sunni. Indonesia juga memainkan peran yang bisa mempengaruhi Iran. "Apa yang terjadi di Irak, Indonesia punya potensi terhadap negara Arab ," kata Yusuf. "Kami berbicara masalah Palestina dan Irak secara umum," imbuh dia.

Ditanya mengenai sikap Indonesia terhadap Irak, Yusuf mengatakan, "Presiden bicara masalah Palestina dan Irak. Foksunya adalah masalah Irak. Yang terjadi di Irak bahaya dan harus ada yang bisa mempengaruhi internal irak,"
kata dia. 

Pada kesempatan itu, Yusuf juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dengan ulama. "Dalam sejarah Islam, ulama juga memimpin karena ulama punya potensi untuk menjadi pemimpin. Seperti Abu Bakar, Umar, mereka pemimpin yang juga ulama. Kalau pemimpin saleh seperti Umar bin Abdul Azis,
ulama ingin dekat. Jika pemimpin zalim, maka ulama enggan mendekat. Presiden SBY ingin mendekat saya. Dia mengundang saya untuk mendengar nasihat saya. Ini prakarsa terpuji.


Dino juga menjelaskan SBY dan Yusuf juga membahas masalah Irak. "Presiden prihatin terhadap masalah Irak yang terus tidak stabil, kekerasan dan konflik terus berlangsung," ujar dia. (lh/asy)

[unnecessary text is removed without altering the meaning. please click original source to show complete news.]


Hidayat Harap Yusuf Qardhawi Dapat Perbaiki Citra Indonesia
original source : [link]

Muhammad Nur Hayid - detikcom

Jakarta - Ulama besar Mesir Yusuf Qardhawi bertandang ke Indonesia. Selain bertemu Presiden SBY, ulama kelahiran 1926 itu juga bertemu Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

Hidayat berharap pertemuan dengan Yusuf Qardhawi dapat memperbaiki citra Indonesia di mata dunia Islam. Sebagai ulama yang berpengaruh, Yusuf juga dinilai mampu memperbaiki citra Islam di mata Barat yang menganggap Islam identik dengan terorisme.

"Kehadiran beliau diharapkan dapat mengkampanyekan Islam moderat yang selama ini ada di Indonesia sekaligus mengkampanyekan Islam adalah agama yang tidak bertentangan dengan demokrasi," kata Hidayat saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/1/2007).

Qardhawi adalah ulama yang berpandangan terbuka dan berpandangan positif pada pendidikan modern. Enam dari tujuh anaknya menuntut ilmu umum di Inggris dan AS. Hanya seorang anaknya yang mengail ilmu di Universitas Darul Ulum Mesir.(ken/nrl)


[unnecessary text is removed without altering the meaning. please click original source to show complete news.]

komentar kfighters
komentar ini insyaAllah tidak dalam rangka membenci seseorang, yaitu Bpk. Yusuf Qardhawi maupun Bpk. Hidayat Nur Wahid. komentar ini insyaAllah hanya untuk mengkritisi pemikiran, perkataan dan pernyataan beliau -

menurut Bpk Yusuf Qardhawi [selanjutnya disebut YQ], indonesia mampu melaksanakan demokrasi dan menghargai pluralitas. demokrasi? saya serukan bagi pak YQ, dan kaum muslimin yang mempercayai bahwa sistem demokrasi adalah yang terbaik untuk diterapkan di dunia ini, agar mengkaji lebih dalam dengan mata terbuka, tentang hakikat demokrasi itu sendiri.

bukankah di dalam demokrasi, dalam banyak bentuknya, entah itu demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, atau demokrasi2 yang laen, terdapat kaidah "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat" ? dari sini saja dapat disimpulkan bahwa rakyat dapat menentukan nasibnya sendiri, termasuk, melanggar hak Allah, yaitu membuat hukum. dengan bolehnya membuat hukum ini, maka bukan tidak mungkin, bahkan banyak buktinya, yang haram jadi halal, dan sebaliknya, yang halal jadi haram.

sebutan "ulama islam berpandangan terbuka" untuk pak YQ mungkin dianugerahkan oleh pers, tangan tangan dingin kau kapitalis, sebagai penghargaan bagi pak YQ yang merupakan salah satu ulama yang membolehkan, bahkan memperjuangkan, agar sistem demokrasi yang melanggar hak Allah tersebut diterapkan di setiap negeri kaum muslimin.

[.... ada yang berbisik di kepalaku.... pak yusuf ... eling pak....]

nggak mau kalah dengan pak YQ, pak Hidayat NW [selanjutnya disebut pak HNW] menirukan ucapan pak YQ "Itulah Islam yang sebenarnya, Islam yang moderat" .... pak HNW, please explain to me ... what is the meaning of islam moderat ? apakah islam yang mau terbuka, yang mau menerima sistem kufur dengan tangan terbuka, yang mau memperjuangkan nasib kaumnya lewat parlemen? atau yang lain? atau cuma ikut2an mengamini agenda barat yang ingin memecah belah islam menjadi islam moderat dan islam tidak moderat?

keluar pula ucapan yang "sangat menyentuh" dari pak YQ, "Sebagai muslim, bila saudara kami menderita, maka kami juga merasakan hal yang sama" .  serta merta ingatan saya tertuju pada 2 muslimah yang tertembak di daerah gaza, kaum muslimin yang terkena pecahan mortir, terkepung di sebuah desa di pedalaman iraq sesaat sebelum meregang nyawa. T_T. pak YQ yang baik, cukupkah kita hanya merasakan derita mereka? haruskah kita hanya duduk terdiam sambil meneteskan airmata melihat mereka? sudahkah kita memaksimalkan usaha, pikiran, materi, daya dan upaya yang kita punyai untuk mengentaskan keadaan ini? apakah memberikan political statement sudah cukup?

pada pertemuan antara pak YQ dan pak SBY, salah satu isu penting menurut pak YQ adalah pentingnya  kerjasama antara pemerintah dan ulama.  pak YQ menceritakan bagaimana dunia islam dipimpin oleh pemimpin sekaligus ulama seperti Abu Bakar dan  Umar. jika pemimpin saleh, ulama ingin dekat. jika pemimpin zalim, ulama enggan mendekat. Di dalam islam, pemimpin adalah ulama [definisi ulama adalah pewaris para nabi, orang yang paling takut kepada Allah, dan sudah pasti luas tsaqofahnya]. untuk menjadi pemimpin, seseorang harus tahu hukum Islam, dan terikat kepada hukum islam tersebut. ini adalah syarat yang mutlak dipenuhi. dengan kata lain, pemimpin haruslah seorang ulama, tidak boleh ada pemimpin yang tidak tahu hukum, apalagi tidak mempunyai rasa takut kepada Allah. jadi menurut saya, pemimpin dan ulam adalah sebuah entity yang sama, tidak boleh terpisah.

pak HNW kemudian menilai bahwa pak YQ adalah ulama yang berpengaruh yang mampu memperbaiki citra islam di dunia barat yang identik dengan terorisme.  pak HNW juga berharap kehadiran pak YQ  dapat mengkampanyekan  islam moderat yang selama ini ada di indonesia sekaligus mengkampanyekan islam adalah agama yang tidak bertentangan dengan demokrasi. titel teroris yang di hadiahkan oleh barat kepada islam rupanya membuat pak HNW dan [mungkin] pak YQ, ketakutan dan mencoba
menggeleng-gelengkan kepala sambil berteriak "No.. sir !!! we're not teroris !! please believe us... ". bukankah seharusnya pak HNW dan pak YQ berteriak "sapa yang teroris? lu apa gw? lu bunuh banyak muslim man!!"

[basa_gaul_mode = on :p].

coba kita telaah lebih dalam, definisi teroris. kejam? suka bunuh manusia? suka ngrusak gedung? kalau memang benar ada sekelompok kaum muslimin yang tidak suka dengan ketidak adilan di dunia ini, kemudian membunuh sekitar 3000 orang + merusak dan meruntuhkan twin tower wtc di NYC. atas dasar kejadian itu, yang notabene dipertanyakan kebenarannya oleh orang orang barat sendiri, pihak barat, yang diprakarsai amerika dan inggris, strike back. mereka mulai asal tembak, dan afgan, iraq jadi korban. tak kurang dari 650.000 kaum muslim di iraq meninggal menjadi korban kekejaman ini. tak ketinggalan kota baghdad rata dengan tanah.

lalu puluhan santri di pesantren yang ada di pedalaman pakistan, dihabisi dengan satu rudal yang tidak bisa memilih kata tidak ketika ditugaskan untuk mengakhiri puluhan nyawa yang tidak berdosa tersebut. lalu kabar terbaru, di bombing pesawat pesawat amerika juga ditugaskan untuk meluluh lantakkan daratan somalia. semua atas dasar apa ? "War on Terror"? sebuah phrase yang digunakan amerika dan sekutunya untuk melegalkan tindakan kejam mereka menghancurkan negeri negeri kaum muslimin.

lalu apakah kita harus berlindung di atap rumah kita, angkat telpon, lalu bilang kepada para penjajah penjajah tersebut .."sir, please forgive us, we're not terroris, so please stop bombing us, and we'll help you catch those so-called-terrorist..... we'll be your servant, and please comand us anything as you like...."....

bukankah seharusnya kita semua -kaum muslimin- berteriak bersama "hoi ! mbah-nya teroris teriak teroris! rampok teriak maling! sapa yang teroris, huh? bush teroris laknatullah, segera angkat kaki dari negeri negeri kami! bumi ini tak layak untuk kau huni! mulutmu yang berdarah darah tak layak untuk berkata kau teroris! angkat kaki dari tanah kami, atau kamu akan mendapatkan perangmu !!!!"

pak YQ, pak HNW, sorry yak, saya tinggal ngomel :D.

[serius_mode = on]

Wahai Kaum Muslimin.
Masalah masalah yang terjadi sekarang di seluruh negeri negeri kita menuntut kita untuk bergerak. Sudah bukan waktunya lagi bagi kita untuk berdiam diri. Kembalikan semua kepada islam. Mari kita tegakkan hukum Allah di bumi Allah ini. Syariah akan menyelesaikan semua masalah. Dengan Islam kaum muslimin akan hidup dengan mulia. Tegaknya Islam mengharuskan tegaknya Syariah. Kita semua Kaum Muslimin memerlukan sebuah sistem yang menjamin tegakknya Syariah. Sistem itu bukan demokrasi, bukan pula kerajaan. Sistem itu adalah sistem Daulah Islam, Khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian. Maka, wahai kaum muslimin, kuatkan tanganmu, tegakkan langkahmu, jernihkan pikiranmu, sampaikanlah kabar baik ini, bahwa Islam akan kembali, Khilafah akan berdiri, kehormatan kaum muslim akan terlindungi....

ALLAHU AKBAR !!!
ALLAHU AKBAR !!!
ALLAHU AKBAR !!!

Labels:

posted by Arief @ 18:38  
5 Comments:
  • At 11 January 2007 at 20:10, Anonymous Anonymous said…

    SIIPP WEESSS!!!!
    Lanjut OOMMM!!! :D

     
  • At 12 January 2007 at 08:07, Anonymous pink rebel said…

    waaah, galak euih !

    saya punya satu catatan kecil untuk mengingatkan kita semua. sekarang lagi musimnya stereotiping moderat vs radikal. jangan kepancing okay ? walaupun nampaknya pak kyai HNW mulai terpancing dengan mengampanyekan jargon islam moderat, kita cuekin aja. coz pemahaman umat dah mulai bagus dan tetap fokus pada perjuangan.

    however, emang tetap ada yang lucu dari statemen pak kyai, ISLAM MODERAT MEMBAWA KEUNGGULAN PERADABAN. hwehehe.. plis deh pak, ga ada buktinya gitu loh....

     
  • At 12 January 2007 at 10:30, Anonymous Ken said…

    Hahaha. Straight and harsh!!!!













    Love that!!!! ;p

    regards
    ken

     
  • At 8 February 2007 at 21:23, Anonymous Anonymous said…

    Pemahaman umat sudah mulai baik akhi, tapi sabar, jangan banyak menyalahkan yang lain dulu. Saya setuju demokrasi sistem kufur, namun apa demokrasi itu yang dimaksud ustadz YQ dan ustadz HNW. Kalau antum sudah bertabayyun dan menyamakan persepsi ke beliau-beliau, saya yakin 99.99% kalau perbedaan antum dan mereka cuma sedikit. Mereka juga memperjuangkan Daulah/Khilafah dengan caranya. Jangan-jangan perbedaannya cuma masalah definisi demokrasi.
    Mereka ustadz YQ dan HNW orang-orang berilmu yang dihormati di kalangannya karena ketinggian ilmunya. Saya yakin kalangannya tidak terima dengan tulisan antum. Kalau mereka membaca dan emosi, antum terlebih lagi harakah dakwah yang antum ikuti akan mendapat stigma negatif dari mereka dan ini kontraproduktif. Juga saya rasa ilmu ustadz YQ dan HNW pasti melebihi antum.
    Tetap semangat akhi, jaga ukhuwah. Kita sama-sama memperjuangkan syariah, metode cuma ikhtilaf, jika antum bersinergi, saya yakin di suatu titik nanti kita bertemu. Eh sekarang aja kita udah ketemu, kita sama-sama menolak pornografi kan? :)

    Sekali lagi tetap semangat akhi !! Tetap saling mendoakan !! ISLAM akan KITA menangkan !!!

    Saudaramu dalam ISLAM

     
  • At 17 December 2008 at 10:34, Anonymous Anonymous said…

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Tidak ada satu pun yang menyangsikan bahwa demokrasi adalah buah pemikiran orang-orang di luar islam. Namun Rasulullah sendiri pun mau mengambil hal-hal yang baik yang berasal dari kaum kafir, seperti ide pembuatan parit pada perang Khandak.
    Saudaraku, ketika semangat untuk menegakkan Islam begitu menyeruak sehingga segala sesuatu yang berasal dari seorang ulama, yang kita sendiri mungkin keluasan ilmunya masih jauh dari beliau, ketika hal yang diungkapkannya berbeda dengan konsep yang kita yakini, bukan berarti kemudian akhlak kita kepada ulama menjadi pudar. Saudaraku Islam adalah akhlak, sebagaimana yang diungkapkan Rasulullah," Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak". Mari kita tegakkan Islam dengan hati yang senantiasa berzikir kepada Allah, akal yang senantiasa berfikir tentang keMahabesaran Allah, dan amal yang senantiasa berakhlakul karimah. Wassalam wr.wb.

     
Post a Comment
<< Home
 
Arief Rachmansyah
Kota Malang


cmplt prfl